Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN Umum (Perum) Bulog akan melelang 20 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan beras sebanyak itu memang sudah tidak layak dikonsumsi manusia namun masih bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak atau bahan baku produksi ethanol.
"Kami akan lelang semua beras yang turun mutu. Tapi kami akan pastikan itu jadi pakan atau bahan baku industri. Nanti ada perjanjiannya, tidak boleh sampai jadi beras lagi," jelas Budi di kantornya, Jakarta, Selasa (3/11).
Skema pelepasan melalui lelang, lanjut dia, tetap dianggap sebagai disposal karena masuk dalam skema pelepasan. Penyelenggaraannya harus melalui rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Nantinya, hasil penjualan lelang akan dilaporkan kepada Kementerian Keuangan dan pemerintah akan membayar selisih antara harga pembelian dan harga lelang.
"Misalnya kita beli beras Rp8.000 per kilogram (kg), terus kita jual lelang Rp3.000 per kg. Itu kan ada selisihnya Rp5.000, dikali 20.000 ton. Itu yang dibayar," terang dia. (OL-09)
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Perum Bulog resmi melepas kontainer ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Perum Bulog melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved