Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial (Kemensos) Andi Dulung mengungkapkan program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sudah berjalan dengan baik dan akan diterapkan secara penuh kepada 15,6 juta keluarga penerima manfaat pada 2020.
"Tahun ini tahun ketiga, alhamdulillah lancar. Mulai tahun ini juga, per September, beras sejahtera sudah dihapus. Itu juga berjalan baik," ujar Andi kepada Media Indonesia, Selasa (10/12).
Baca juga: Paksakan Serapan Terlalu Banyak Picu Beras Bulog Rusak
Baca juga: Impor Beras 2018 Karena Kesalahan Data Kementan Era Amran
Baca juga: Tumpang Tindih Regulasi Akar Karut-marutnya Stok Beras Bulog
Ia mengatakan, secara umum, tidak ada lagi kendala yang ditemukan dalam penerapan BPNT. Masyarakat di perdesaan sebagai penerima bantuan kini sudah memahami penggunaan kartu untuk menebus sembako.
"Paling, masalah yang paling utama sekarang untuk di daerah terpencil, jumlah warung masih kurang banyak. Ini memang tidak bisa instan. Apalagi warung-warung ini kan dibangun masyarakat sendiri," terangnya.
Nantinya, sambung Andi, ketika kebutuhan semakin meningkat karena jumlah penerima sudah maksimal, pasti sebagian penerima bantuan yang bergerak memulai usaha membuka warung dan menjadi mitra pemerintah dalam program BPNT.
Ia juga menekankan, dibandingkan program bantuan beras sejahtera (rastra), BPNT dinilai lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Kan tidak semua masyarakat butuh beras. Ada yang mau beli telur saja. Itu ada," imbuhnya. (OL-8)
Bulog memiliki cadangan beras sekitar 25 ribu ton yang terus bergerak seiring dengan proses distribusi dan penyerapan gabah dari petani.
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan penyaluran zakat fitrah tahun ini ditargetkan menjangkau sekitar 300 ribu mustahik.
Baznas terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Perum Bulog resmi melepas kontainer ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Perum Bulog melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved