Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYERAPAN beras petani oleh Perum Bulog Kanwil Daerah Istimewa Yogyakarta sampai saat ini baru mencapai 35% dari target. Rendahnya capaian penyerapan ini, menurut Kepala Perum Bulog Kanwil DIY Juaheni, Rabu (4/12/2019) di Yogyakarta disebabkan oleh kemarau panjang.
Dari target sebesar 89 ribu ton, hingga saat ini baru terkumpul sebanyak 31.619 ton atau sekitar 31%. Meski demikian, Juaheni menegaskan tidak perlu khawatir karena cadangan beras yang ada di Bulog Kanwil DIY mampu untuk memenuhi kebutuhan hingga empat bulan ke depan.
"Cadangan beras yang ada di gudang Bulog di seluruh wilayah kerja Kanwil DIY, sebesar 40 ribu ton," kata Juaheni.
Ia menambahkan wilayah kerja Perum Bulog Kanwil DIY ini meliputi seluruh wilayah DIY ditambah eks Karesidenan Kedu dan eks Karesidenan Banyumas.
Juaheni mengemukakan, selain beras 40 ribu ton, Bulog Kanwil DIY menguasai cadangan gula pasir sebanyak 220 ton, minyak goreng 23 ribu liter, serta daging kerbau dan terigu. Cadangan ini mampu untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga sampai empat bulan ke depan.
"Masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan atau lonjakan harga karena pasokan stok pangan di DIY cukup aman," terangnya.
baca juga: Kasus HIV/AIDS Meningkat di Klaten
Dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru, meski akan terjadi kenaikan permintaan namun kesemuanya tidak perlu dikhawatirkan.
"Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru dengan libur sekolah memang ada kecenderungan kenaikan permintaan harga bahan pangan. Kenaikan juga dipengaruhi oleh musim panen yang belum serentak," ujar Juaheni. (OL-3)
Bulog memiliki cadangan beras sekitar 25 ribu ton yang terus bergerak seiring dengan proses distribusi dan penyerapan gabah dari petani.
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan penyaluran zakat fitrah tahun ini ditargetkan menjangkau sekitar 300 ribu mustahik.
Baznas terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Perum Bulog resmi melepas kontainer ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Perum Bulog melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved