Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh menegaskan kasus turun mutu pada 20 ribu ton beras perseroan bukan karena kebijakan impor yang dilaksanakan akhir 2018.
"Masih ada sekitar satu juta ton beras dari luar negeri. Itu aman, kok. Kondisinya masih baik," ujar Tri kepada Media Indonesia, Selasa (10/12).
Persoalan beras busuk yang melanda gudang Bulog sedianya terjadi karena kebijakan pemerintah. Sebagaimana diketahui, Perum Bulog setiap tahun diminta untuk menyerap jutaan ton beras.
Pada 2017, perseroan diminta menyerap 3,7 juta ton beras. Pada 2018, target serapan ditetapkan 2,7 juta ton dan tahun ini sebanyak 1,5 juta ton.
Ketika di hulu, Bulog dipaksa menyerap sebanyak-banyaknya. Sementara di hilir, pemerintah malah menutup pintu penyaluran beras yang selama ini menjadi andalan yakni beras sejahtera (rastra).
Berdasarkan data Bulog, penyaluran rastra terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada 2015, jumlah rastra yang tersalur mencapai 3,26 juta ton. Turun menjadi 2,79 juta ton pada 2016 dan kembali merosot tipis ke 2,55 juta ton pada 2017.
Baca juga: Stok Beras Rusak Diduga Lebih dari 20.000 Ton
Penurunan signifikan terjadi pada 2018 ketika penyaluran hanya 1,21 juta ton dan untuk tahun ini ditetapkan hanya 350 ribu ton.
Penurunan penyaluran tersebut terjadi tidak lain karena dimunculkannya Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang akhirnya menghapus rastra. Dalam kebijakan baru tersebut, Bulog tidak dijadikan sebagai penyalur utama.
Perseroan harus bersusah payah bersaing dengan perusahaan-perusahaan beras lain di seluruh Indonesia.
"Sejak 2017 mulai uji coba BPNT. Penyaluran kita dari situ mulai berkurang. Kita sudah disuruh beli, serap, serap, serap. Tapi kalau penyaluran ditutup, keluarnya kecil, kan jadi masalah," tuturnya.
Selain itu, bencana banjir di berbagai daerah juga menjadi faktor utama lainnya yang memicu turunnya mutu beras di gudang-gudang Bulog.
Keberadaan beras impor yang masih mencapai satu juta ton, lanjut Tri, malah memperkuat stok di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda Indonesia di hampir sepanjang semester kedua tahun ini.
"Hujan baru datang Desember kan. Harusnya kita dari Oktober sudah tanam. Sekarang di pantura olah tanah saja belum. Artinya, panen akan mundur. Bisa-bisa April-Mei baru panen besar. Sampai saat itu tiba, kita andalkan persediaan di gudang dan beras impor malah memperkuat stok kita," jelas Tri.(OL-5)
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
PERUM Bulog tengah menyiapkan ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar, atau meningkat 2,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved