Kamis 05 Desember 2019, 22:41 WIB

Stok Beras Rusak Diduga Lebih dari 20.000 Ton

Andhika prasetyo | Ekonomi
Stok Beras Rusak Diduga Lebih dari 20.000 Ton

Antara
Pekerja mengangkut karung berisi beras di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (5/12)

 

PENGAMAT pertanian Dwi Andreas menduga volume beras yang mengalami turun mutu di gudang-gudang Perum Bulog mencapai lebih dari 20.000 ton.

Sepanjang tahun ini, perseroan melakukan serapan beras sebanyak 1,1 juta ton. Sementara, stok yang tersimpan sekarang mencapai 2,1 juta ton.

Artinya, ada hampir satu juta ton beras yang pengadaannya dilakukan pada 2018 dan sudah berusia lebih dari satu tahun.

“Jika seperti itu, saya pastikan yang rusak lebih dari 20.000 ton," ujar Dwi di Jakarta, Kamis (5/12).

 

Baca juga: Beras Rusak Akibat Penyaluran Terlambat

 

Ia juga menilai banyaknya beras yang mengalami turun mutu karena Bulog terlalu memaksa melakukan serapan sebesar-besarnya. Pada akhirnya, perseroan hanya mementingkan kuantitas dan mengenyampingkan kualitas.

"Ini karena kebijakan pada kepemimpinan menteri pertanian sebelumnya. Bulog dipaksa serap banyak. Akhirnya dapat gabah dan beras yang kualitasnya tidak bagus. Kalau tidak bagus, jangankan setahun, dua bulan saja sudah rusak,” terang Dwi.

Berbeda dengan beras lokal, beras impor memiliki kadar air rendah sehingga lebih tahan lama.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More