Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU disposal atau pelepasan stok beras Perum Bulog sebesar 20 ribu ton menimbulkan polemik dan kesalahpahaman di masyarakat. Sebenarnya beras tersebut bukan dibuang atau dimusnahkan.
"Kami hanya menjalankan Permentan No:38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah," ungkap Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, di Loby Gedung Bulog, Jakarta, Rabu (4/12).
Menurut Buwas, demikian ia disapa, Perum Bulog sesuai UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN ditugaskan membeli atau menyerap gabah/beras petani. Jika ada.potensi kerugian atas penugasan tersebut akan ada kompensasinya.
"Jadi Bulog tidak pernah meminta ganti rugi atas pelepasan stok beras yang ada. Kami hanya meminta yang diatur regulasi saja," tegasnya.
Dalam kesempatan sama, Sekretaris Perusahaan Bulog Awaludin Iqbal menjelaskan sebenarnya stok beras yang turun mutu atau kualitas itu bukan dimusnahkan. Apalagi ditafsirkan dibuang di sebuah tempat. Maksudnya bukan seperti itu.
"Jadi bukan disposal dalam pengertian dibuang ya. Tapi disaring setelah melalui proses, jika tidak layak untuk manusia masih bisa diolah untuk pakan ternak," ujarnya.
Menurut Iqbal, sebelum diputuskan beras turun mutu sudah melalui proses pemeriksaan laboratorium yang memiliki standar nasional Indonesia (SNI). Dilihat dari penampilan fisik, beras kusam berwarna kuning. Dicium berasnya bau apek. Berapa kadar zat bekas fumigasi yang masih ada.
"Semua ditreatment khusus, apakah masih bisa dikonsumsi manusia atau tidak. Jika tidak bisa maka dilepas untuk pakan ternak," ungkap Iqbal.
Bulog, Iqbal mengingatkan, mendapat tugas menyerap/membeli gabah/beras petani. Karena penyimpanan kualitas turun dan saat akan dilepas (disposal) tentu harganya berbeda saat awal membeli.
"Nah..selisih itu yang ditanggung pemerintah. Dalam rapat koordinasi dengan stakeholder lain sudah disepakati masalah ini," tegasnya.
Iqbal tidak mengerti masalah beras turun mutu menjadi ramai saat akan dilepas. Ia mengira karena beras merupakan komoditas politik.
"Mungkin karena belum paham. Bulog ditugaskan menyerap gabah/beras petani. Tapi tidak lagi didukung regulasi bagaimana menyalurkannya," ungkapnya. (Faw/OL-09)
MENTERI Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) hingga 2029 di angka 4 juta ton.
Aceh menjadi wilayah dengan prioritas tertinggi karena tingkat dampak bencana yang berat serta sejumlah daerah yang aksesnya sempat terputus.
MEMASUKI 2026 pemerintahan Kabinet Merah Putih terlihat sedang euforia merayakan pencapaian swasembada beras 2025.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Sebanyak 1,5 juta ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan disalurkan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Di sisi distribusi, Bulog telah menyalurkan vantuan pangan sebesar 708 ribu ton sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved