Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT pertanian Dwi Andreas menduga volume beras yang mengalami turun mutu di gudang-gudang Perum Bulog mencapai lebih dari 20.000 ton.
Sepanjang tahun ini, perseroan melakukan serapan beras sebanyak 1,1 juta ton. Sementara, stok yang tersimpan sekarang mencapai 2,1 juta ton.
Artinya, ada hampir satu juta ton beras yang pengadaannya dilakukan pada 2018 dan sudah berusia lebih dari satu tahun.
“Jika seperti itu, saya pastikan yang rusak lebih dari 20.000 ton," ujar Dwi di Jakarta, Kamis (5/12).
Baca juga: Beras Rusak Akibat Penyaluran Terlambat
Ia juga menilai banyaknya beras yang mengalami turun mutu karena Bulog terlalu memaksa melakukan serapan sebesar-besarnya. Pada akhirnya, perseroan hanya mementingkan kuantitas dan mengenyampingkan kualitas.
"Ini karena kebijakan pada kepemimpinan menteri pertanian sebelumnya. Bulog dipaksa serap banyak. Akhirnya dapat gabah dan beras yang kualitasnya tidak bagus. Kalau tidak bagus, jangankan setahun, dua bulan saja sudah rusak,” terang Dwi.
Berbeda dengan beras lokal, beras impor memiliki kadar air rendah sehingga lebih tahan lama.
PERUM Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah menyatakan kesiapan penuh menjalankan penugasan pemerintah dalam penyerapan gabah dan beras sepanjang 2026.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) hingga 2029 di angka 4 juta ton.
Aceh menjadi wilayah dengan prioritas tertinggi karena tingkat dampak bencana yang berat serta sejumlah daerah yang aksesnya sempat terputus.
MEMASUKI 2026 pemerintahan Kabinet Merah Putih terlihat sedang euforia merayakan pencapaian swasembada beras 2025.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Sebanyak 1,5 juta ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan disalurkan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved