Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengalihkan fokus pada penanganan kasus korupsi berskala besar (big fish). Ia menilai publik mulai jenuh dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar nilai kecil.
"Masyarakat mengharapkan KPK menindak kasus korupsi kakap yang berdampak besar bagi negara. Terkadang OTT dianggap 'kasus ecek-ecek' oleh publik karena nilai barang buktinya relatif kecil, misalnya di bawah Rp1 miliar," ujar Rudianto melalui keterangan tertulis, Jumat (30/1).
Mengembalikan Kepercayaan Publik
Menurut Rudianto, menjaga kepercayaan masyarakat adalah kunci utama efektivitas pemberantasan korupsi. Jika tren kepercayaan terhadap lembaga antirasuah tersebut menurun, ia menilai perlu ada evaluasi serius terhadap metode pemilihan perkara.
Rudianto juga memberikan catatan kritis agar KPK menghindari pola penanganan yang bersifat tebang pilih atau diskriminatif.
“Tentu kita mau KPK hari ini makin dicintai dan dipercaya masyarakat. Jika ada persepsi negatif, itu berarti ada pola penanganan yang harus diperbaiki,” tegas legislator asal Sulawesi Selatan tersebut.
Selaras Visi Pemerintah
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pemberantasan korupsi tetap menjadi musuh nomor satu bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Meski KPK telah berdiri selama dua dekade sejak 2002, ia memandang tantangan korupsi di Indonesia masih sangat kompleks.
Rudianto pun menyarankan KPK untuk memperkuat transparansi guna meminimalisir kegaduhan di tengah masyarakat.
“Kita berharap KPK terus bekerja secara profesional, menjaga integritas, dan benar-benar menjawab harapan publik sebagai pedang keadilan,” pungkas Rudianto. (Faj/P-2)
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menyebut Kajari Karo Danke Rajagukguk menerbitkan surat untuk intervensi penangguhan penahanan dalam kasus Amsal Christy Sitepu.
SETELAH divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Medan, Sumatra Utara, videografer Amsal Christy Sitepu ikut dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Komisi III DPR RI, Jakarta, Kamis (2/4).
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mempertanyakan nasib dan keadilan terkait kasus Amsal Christy Sitepu yang telah menjalani penahanan selama 131 hari sebelum akhirnya divonis bebas
WAKIL Ketua Komisi III DPR RI, Moh. Rano Alfath mengapresiasi putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan yang menjatuhkan vonis bebas atas kasus Amsal Christy Sitepu.
PELAKSANA Tugas (Plt) Kalemdiklat Polri, Irjen Andi Rian, membeberkan sejumlah hambatan krusial dalam upaya memutus siklus kekerasan di lingkungan pendidikan kepolisian, khususnya Akpol.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Benny K. Harman, menilai ada upaya delegitimasi pemerintah dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengkaji lebih dalam konstruksi perkara dugaan pemerasan terkait tunjangan hari raya (THR) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai senilai Rp1 miliar setelah melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
OTT KPK terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono menambah deretan kepala daerah yang terseret kasus korupsi. Sejak Oktober 2024 hingga Maret 2026, sedikitnya sembilan kepala daerah terjaring operasi serupa dengan pola perkara suap, gratifikasi, hingga pengumpulan dana proyek.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menanggapi OTT KPK di Cilacap dan kembali menegaskan pentingnya integritas kepala daerah serta ASN dalam pemerintahan.
Mendagri tunjuk Wabup Hendri Praja jadi Plt Bupati Rejang Lebong usai Muhammad Fikri kena OTT KPK. Roda pemerintahan dipastikan tetap berjalan.
Menurut Titi, pilkada di banyak daerah masih berlangsung dengan biaya politik yang sangat tinggi, sementara sistem pengaturan dan pengawasan dana kampanye belum berjalan efektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved