Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie mengaku terkejut terbitnya Peraturan Polri (Perpol) Nomor 10 Tahun 2025 yang mengatur penempatan anggota Polri aktif di 17 kementerian/lembaga. Jimly mengaku baru mengetahui aturan tersebut melalui pesan singkat di luar jam kerja, tanpa adanya pemberitahuan resmi sebelumnya kepada komisi yang dipimpinnya.
Jimly menceritakan, dirinya baru mendapatkan informasi tersebut melalui pesan WhatsApp saat sudah berada di rumah setelah melakukan rapat. Ia bahkan sempat meneruskan informasi tersebut kepada anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri Ahmad Dofiri.
"Perpol? Kami tidak tahu. Jadi kami lagi rapat bertiga malam-malam, terus saya pulang ke rumah dikasih Whatsapp ada Perpol baru. Saya forward ke Pak Ahmad Dofiri, dia juga kaget. Jadi kita tidak tahu," ujar Jimly di Jakarta, hari ini.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengingatkan bahwa Komisi Percepatan Reformasi Polri dibentuk secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto. Sejak awal, ia telah menegaskan agar keberadaan komisi ini tidak dipertentangkan dengan struktur internal kepolisian.
Apalagi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga merupakan anggota dari komisi ini. Oleh karena itu, Jimly berharap ada komunikasi yang lebih transparan sebelum kebijakan baru diputuskan.
"Ini tidak perlu ada perbedaan. Maka kalau ada kebijakan-kebijakan baru, ya kita harus diberitahu sebelumnya. Mudah-mudahan kejadian kemarin tidak terjadi lagi," tegasnya.
Lebih lanjut, Jimly menyoroti pentingnya aliran informasi dan data dari internal Polri kepada kelompok kerja (Pokja) yang dipimpinnya. Mengingat Pokja tersebut banyak diisi oleh tokoh-tokoh dari luar kepolisian, dialog dua arah menjadi kunci utama kesuksesan reformasi.
Jimly mencontohkan, data-data mentah seperti hasil survei internal maupun kerja sama dengan lembaga riset seharusnya bisa diakses oleh komisi untuk bahan evaluasi.
"Internal polisi juga kami perlukan, misalnya ada survei-survei yang dilakukan kerja sama dengan lembaga survei, data-data itu kami juga perlukan. Pokja ini kan banyak orang luar kepolisian, jadi perlu ada dialog informasi dari dalam dan dari luar," pungkasnya.(P-1)
Kesadaran hukum yang tinggi di tengah masyarakat secara otomatis akan memperkuat kredibilitas Polri dalam menjalankan fungsinya.
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan bahwa laporan final hasil kajian komite tersebut telah rampung dan siap diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai hasil akhir, forum diskusi ini merumuskan sejumlah rekomendasi profesional yang akan disampaikan kepada pihak kepolisian terkait.
Ketua Divisi Riset dan Dokumentasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Hans Giovanny Yosua mengingatkan agar Polri tidak disalahgunakan.
Peneliti CSIS Nicky Fahrizal menyebut kultur kekerasan di Polri berakar dari kurikulum pendidikan yang masih militeristik. Perlu dekonstruksi total pada SPN dan sistem meritokrasi.
Anggota Komisi III DPR, I Wayan Sudirta, menyebut kasus kematian pelajar di Tual sebagai momentum reformasi kultur Polri. Simak ulasan lengkapnya di sini.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Isu-isu tersebut menjadi fokus pembahasan dalam World Privacy Day Conference (WPDC) 2026 yang digelar pada 28 Januari 2026 di BINUS University Alam Sutera.
Yusril menegaskan isu-isu teknis seperti mutasi, promosi, dan pendidikan akan tetap menjadi ranah internal kepolisian dan tidak seluruhnya dimuat dalam laporan kepada Presiden.
Ia menekankan bahwa independensi merupakan kewajiban mutlak bagi hakim konstitusi sekaligus jaminan bagi para pencari keadilan.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menyebut pihaknya telah menerima masukan dari lebih 100 kelompok masyarakat dan 300 masukan tertulis terkait reformasi Polri.
Ia mengatakan banyaknya masukan yang diterima oleh Komisi Reformasi menggambarkan besarnya perhatian publik terhadap kemajuan Korps Bhayangkara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved