Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jimly Temui Zulhas, Bahas Amendemen UUD 1945 dan Reformasi Polri

M Ilham Ramadhan Avisena
26/11/2025 11:53
Jimly Temui Zulhas, Bahas Amendemen UUD 1945 dan Reformasi Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kiri) bersam Ketua Komite Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie(tengah) berbincang usai menggelar Apel Kasatwil Polri di Satlat Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (24/11/2025)(ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/YU)

KETUA Komisi Reformasi Polri sekaligus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mendatangi rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas)  yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional atau PAN di Widya Chandra, Jakarta, Rabu (26/11).

Jimly mengatakan kedatangannya merupakan undangan langsung dari Zulhas. Ia mengatakan kedatangannya kali ini untuk membahas dua isu besar seperti gagasan perubahan kelima UUD 1945. Jimly pun turut membawa buku "Menuju Perubahan Kelima UUD NRI Tahun 1945" untuk Zulhas.

“Ya hari ini saya diundang Pak Zulhas kira-kira sebagai Menko atau sebagai Ketua Umum PAN. Beliau tertarik mau lihat buku yang saya kemarin kasih untuk Ibu Mega. Saya kasih, masa Ketua Umum PDIP dikasih, Ketua Umum PAN enggak, gitu loh. Oh ya sudah siap saya datang. Mau saya kasih untuk manas-manasin supaya PAN mendukung ide perubahan kelima UUD. Ya kan,” kata Jimly.

Jimly mengaku juga meminta dukungan politik kepada Zulhas untuk agenda reformasi kepolisian. 

“Tentu nanti saya mau memberi informasi juga mengenai kepolisian. Karena pada akhirnya ada bagian kebijakan yang harus mengubah undang-undang tentang kepolisian. Maka itu kan kita perlu dapat dukungan juga dari semua partai,” katanya.

Selain itu, Jimly juga menyinggung gejolak publik yang sempat memanas pada “Agustus Kelabu”, ketika kantor polisi dan gedung DPRD dibakar massa di berbagai daerah.

Peristiwa kelam ini, kata Jimly, mesti menjadi bahan renungan semua pihak.

“Itu gambaran dari perasaan umum, bahwa ada sumbatan saluran aspirasi rakyat selama ini. Nah itu tercermin di dibakarnya DPRD, beberapa DPRD. Bahkan rumah anggota DPR yang hanya gara-gara joget. Tapi itu cermin dari kekhawatiran,” tandasnya.  (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik