Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Energi Sastra

Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group
08/8/2023 05:00
Energi Sastra
Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

BANYAK jalan menuju Roma. Banyak jalan pula merebut kemerdekaan dari tangan penjajahan Belanda. Segenap anak bangsa bergerak, bersatu, dengan caranya masing-masing mengusir sang penjajah dari bumi Nusantara. Perlawanan terhadap kolonial Belanda tak hanya dengan mengangkat senjata, tetapi juga dengan dunia sastra, karya tulis indah yang bisa dinikmati masyarakat sekaligus mengobarkan semangat perjuangan bangsa.

Para pemuda Indonesia era 1920-an, seperti Muhammad Yamin, Mohammad Hatta, dan Sanusi Pane, menerbitkan sajak-sajak mereka yang bercorak kebangsaaan dalam majalah Jong Sumatra. Muhammad Yamin membuat kumpulan sajak yang berjudul Tanah Air pada 1922. Era ini disebut Ajip Rosidi (1988) menandai kelahiran kesusastraan Indonesia.

Puisi Muhammad Yamin berjudul Tanah Air yang diciptakan pada 9 Desember 1922 di Tanah Pasundan menggambarkan keindahan Indonesia sebagai tanah tumpah darah, lautan, ngarai, dan gunung menawarkan pesona. Puisi itu mampu menggelorakan semangat cinta Tanah Air tanpa kehilangan estetikanya sebagai sebuah karya seni.

Awal berawal semula asal/Kami serikat berpagarkan ‘adat,

Tapi pulauku yang mulia raya/Serta Subur, tanahnya kaya

Mari kupagar serta kubilai/Dengan Kemegahan sorak semarai

Lagi ketinggian berbagai nilai/Karena di sanalah darahku tertumpah

Serta kupinta berkalangkan tanah//

Demikian sepotong puisi Tanah Air karya Muhammad Yamin, pahlawan nasional, pakar hukum, dan penyair terkemuka angkatan pujangga baru kelahiran Sawahlunto, Sumatra Barat, pada 24 Agustus 1903 ini. Budayawan yang juga salah satu pelopor puisi modern banyak menghasilkan karya tulis pada dekade 1920 yang sebagian dari karyanya menggunakan bahasa Melayu.

Dalam berbagai babakan sejarah perjuangan bangsa, sastra selalu mengiringi. Hingga kini sastra dalam berbagai bentuknya, seperti puisi, cerpen, novel, dan drama, terus hadir. Begitu pula tradisi lisan yang juga disebut sastra lisan di sejumlah daerah hingga kini masih ditampilkan dalam pertunjukan rakyat.

Tradisi lisan merupakan cerita yang berkembang dalam masyarakat dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi, dengan mengenalkan budaya yang dipatuhi masyarakat setempat. Di Indonesia terdapat sekitar 4.521 tradisi lisan yang memerlukan perlindungan. Lembaga yang menjaga keberadaan tradisi lisan di Tanah Air ialah Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) atau Oral Traditions Association Indonesia. Lembaga yang dipimpin Pudentia MPSS (Dosen FIB UI) berhasil mempertahankan akreditasi internasional United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). ATL kembali mengukuhkan posisi sebagai mitra dalam memelihara warisan budaya tak benda sesuai Konvensi 2003.

Perkembangan sastra di Tanah Air tak lepas dari keberadaan media massa yang memiliki kepedulian terhadap dunia sastra. Hal itu terlihat dari karya Muhammad Yamin yang dimuat di majalah Jong Sumatra yang melahirkan kesusasteraan modern Indonesia.

Media Indonesia sejak kelahirannya 53 tahun silam memiliki kecintaan terhadap dunia sastra hingga kini. MI memiliki ruang sastra dan tradisi lisan setiap dua minggu sekali pada edisi minggu. Rubrik tradisi lisan sudah bekerja sama dengan ATL sejak tiga tahun lalu. Bahkan, media cetak ini sudah dua kali sejak 2021 menyelenggarakan Festival Bahasa dan Sastra pada setiap Oktober yang dikenal sebagai bulan bahasa. Berbagai lomba digelar (lomba cipta puisi dan cerpen) dan lelang puisi dari para penyair ternama.

Hari ini MI didukung oleh media yang tergabung dalam Media Group Network (Metro TV dan Medcom), serta unit usaha lainnya, yakni Indocater dan Pangan Sari Utama, menginisiasi pembentukan Lingkaran Sastra Kedoya (LSK). Pembentukan komunitas itu untuk mewadahi penyair dan pencinta sastra di lingkungan Media Group. Peluncuran LSK di Terrace Coffee & Eatery, Metro TV, diisi pembacaan puisi dan diskusi sastra bertema Peran sastra dalam membangun Indonesia maju.

Sastra dalam lintasan kehidupan manusia menjadi energi bagi kehidupan. Sastra juga menjadi ruang kontemplasi dan ruang refleksi bagi pencipta dan penikmatnya, kapan dan di mana pun karya sastra itu hidup dan berkembang. Menurut Mursal Esten (1978), sastra merupakan manifestasi kehidupan manusia dan masyarakat dengan keindahan artistik dan imajinasi yang dibangunnya. Marilah bersastra. Tabik!



Berita Lainnya
  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.