Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Ancaman Shin Tae-yong

Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group
14/10/2022 05:00
Ancaman Shin Tae-yong
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

TUNTUTAN agar petinggi PSSI mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atas Tragedi Kanjuruhan belum juga menunjukkan tanda-tanda maju. Justru, ada tokoh penting yang tidak diminta mundur, tetapi akan mundur jika yang dituntut mundur akhirnya mundur.

Yang dituntut mundur utamanya ialah Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. Dia orang nomor satu di PSSI, orang yang paling bertanggung jawab atas baik-buruknya sepak bola di negeri ini. Petisi di change.org yang menuntut dia meletakkan jabatan diteken puluhan ribu orang. Tagar #IwanBuleOut pun nangkring sebagai trending topic.

Yang tak diminta mundur, tetapi akan mundur jika Iwan Bule mundur ialah Shin Tae-yong. Dia pelatih kesebelasan nasional dan tim kelompok umur Indonesia.

Shin sama sekali tak ada kaitannya dengan Tragedi Kanjuruhan. Dia tak punya tanggung jawab dalam bentuk apa pun atas petaka sepak bola nan memilukan itu. Namun, dia malah mengaitkan diri. Dia nyemplung ke pusaran persoalan dengan berada di sisi Iwan Bule.

Di akun Instragram-nya, Shin terang-terangan berujar akan mengundurkan diri kalau Iwan Bule mundur. Baginya, Iwan Bule yang mendatangkan dirinya ke Indonesia pada 2019 sangat mencintai sepak bola Indonesia dan memberikan dukungan penuh agar sepak bola berkembang.

"Menurut saya, jika Ketua Umum PSSI harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi dan mengundurkan diri, saya pun harus mengundurkan diri. Karena saya pikir jika terdapat kesalahan dari rekan kerja yang bekerja bersama sebagai 1 tim, saya juga memiliki kesalahan yang sama," tulisnya.

Sikap Shin mengejutkan. Media Korsel sampai terkaget-kaget. Tak ada yang menyangka dia berpendirian seperti itu. Banyak yang kontra, maka bergaunglah tagar #STYOut. Ada juga yang pro, maka menggemalah tagar #STYSTAY.

Shin kiranya ingin unjuk diri sebagai sosok setia kawan. Dia punya solidaritas tinggi ketika kawan sedang diimpit persoalan. Itu sikap yang baik, sangat baik. Itu sikap yang langka di tengah tabiat teman makan teman, kawan menjerumuskan kawan.

Namun, baik belum tentu benar. Akan mundur jika Iwan Bule mundur bisa diartikan Shin tak setuju bosnya itu didesak mundur. Akan mundur jika Iwan Bule mundur dapat dipersepsikan bahwa dia punya persepsi ketua umum PSSI tak mesti memikul seluruh tanggung jawab Tragedi Kanjuruhan.

Shin orang Korea Selatan, salah satu negara yang masih menjunjung tinggi kehormatan. Mereka punya tradisi changpi.

Berbagai literasi menjelaskan, changpi ialah ajaran Konfuasianisme yang diadopsi dari Tiongkok. Ia kemudian dikembangkan dan ditinggalkan sebagai warisan berharga oleh Dinasti Goryeo, Baekje, Silla, hingga Joseon. Selain Korsel, tradisi serupa mengakar di negara Asia Timur lainnya, seperti Tiongkok dan Jepang.

Dalam tradisi changpi, malu ialah fondasi moralitas. Karena itu, menjadi hal yang lumrah ketika pejabat di 'Negeri Ginseng' mengundurkan diri karena gagal menunaikan tugas, terlibat skandal, atau tatkala terjadi persoalan besar. Tak peduli kendati dia tak terkait langsung dengan persoalan itu.

Saya yakin Shin belum lupa akan tragedi tenggelamnya feri yang mengangkut 476 penumpang, mayoritas pelajar, dari Incheon menuju Pulau Jeju pada 16 April 2014. Tragedi yang merenggut 187 nyawa, tragedi yang menguras air mata bangsa Korea, tragedi yang kemudian melatari Perdana Menteri Korsel saat itu, Chung Hon-won, undur diri.

Meski karamnya feri secara teknis urusan kapten kapal, kru, dan otoritas terkait, Chung Hong-won enggan berkelit dari tanggung jawab. Rasa malu dan penghormatan kepada korban, dia ambil tanggung jawab itu.

Kata Chun Hong-won, ''Tangisan keluarga dari orang-orang yang meninggal menghantui saya setiap malam.'' Dia malu melemparkan kesalahan kepada orang lain. Dia memilih menghukum dirinya sendiri. Itulah tradisi changpi, itulah shame culture.

Dalam kasus Kanjuruhan, posisi Iwan Bule mirip-mirip Chung Hong-won. Secara teknis, tragedi itu urusan PT Liga Indonesia Baru, panpel pertandingan Arema, broadcaster, dan aparat keamanan. Namun, sebagai ketua umum PSSI, Iwan Bule punya tanggung jawab etik, moral, juga struktural. Soal apakah tanggung jawab itu diambil atau dilemparkan ke orang lain, tergantung pada yang bersangkutan.

Sebagai pelatih, Shin Tae-yong bolehlah kita apresiasi. Meski belum ada prestasi puncak, dia mampu membuat tim Indonesia menjanjikan. Timnas dan tim U-20, misalnya, dia antarkan ke Piala Asia 2023 dengan permainan yang lebih gacor, lebih modern, lebih meyakinkan. Lalu, posisi Indonesia di peringkat FIFA dia kerek 20 tingkat dari urutan 175 ke 155.

Shin sukses mengkreasi tim menjadi kumpulan para petarung, pekerja keras, serta punya semangat dan tanggung jawab untuk menjadi pemenang. Itulah etos dan karakter bangsa Korea yang diterapkan di skuad Garuda.

Harus diakui pula, sukses awal yang dihadirkan Shin ialah sukses Iwan Bule. Akan tetapi, karakter Korea semestinya juga diadopsi dalam pengelolaan sepak bola secara keseluruhan. Tak cuma di tim.

Sebagai kolega, sikap Shin Tae-yong terhadap Iwan Bule baik, tetapi keliru. Mengancam mundur jika Iwan Bule mundur kiranya tak elok dilontarkan. Dia seolah tak rela Iwan mengundurkan diri. Atau jangan-jangan karena sudah cukup lama berpijak di bumi Indonesia dia lupa akan budaya bangsanya sendiri, changpi?



Berita Lainnya
  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.