Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAGA berat badan yang sehat dan terus memantau pola penambahan berat badan telah menjadi praktik gaya hidup yang penting. Pasalnya kelebihan berat badan dan obesitas dapat berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang serius.
Jalan cepat dan joging adalah beberapa aktivitas fisik yang paling sering dilakukan untuk mengurangi berat badan. Jalan cepat dan joging lebih umum dilakukan karena tidak memerlukan biaya finansial dan mudah diakses.
Pragnya Ravichandran, fisioterapis di Cloudnine Chennai, India, menjelaskan bahwa jalan cepat berbeda dengan joging dalam hal biomekanik dan pengeluaran energi.
Jalan cepat hanyalah tindakan berjalan dengan energik dan cepat, berusaha menempuh kecepatan minimal 3-4 mil per jam. Untuk gambaran yang lebih baik, jalan cepat bukanlah jalan santai atau jalan lambat.
Sementara joging merupakan salah satu bentuk olahraga yang melibatkan lari dengan kecepatan lambat dan berirama. Jogging melibatkan kecepatan yang lebih rendah dari berlari tetapi lebih tinggi dari berjalan.
“Jalan cepat adalah aktivitas fisik dengan intensitas sedang dan berdampak rendah karena salah satu kaki selalu menyentuh tanah. Ketika salah satu tumit terangkat dari tanah, jari-jari kaki lainnya sudah menempel di tanah. Oleh karena itu, ada distribusi beban yang merata dan dampak keseluruhannya rendah,” kata Ravichandran, dilansir dari Hindustan Times, Minggu (26/1).
Sementara, lanjutnya, joging melibatkan satu kaki di atas tanah sehingga distribusi beban lebih banyak pada kaki yang bersentuhan dengan tanah. “Oleh karena itu, jogging yang juga merupakan aktivitas fisik dengan intensitas sedang memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan jalan cepat,” ungkap fisioterapis.
Mana yang lebih baik untuk menurunkan berat badan?
Menurut Ravichandran, jalan cepat dan joging merupakan bentuk aktivitas fisik aerobik dengan intensitas sedang, menawarkan manfaat kesehatan yang signifikan seperti kesehatan jantung, membangun kekebalan, meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot, serta pencegahan gangguan gaya hidup. Di samping itu, keduanya juga membantu menurunkan berat badan.
Penurunan berat badan membutuhkan pembakaran kalori. Kedua aktivitas itu disebut memungkinkan seseorang membakar kalori dalam jumlah yang cukup.
“Karena sifatnya sebagai aktivitas fisik berdampak rendah, jalan cepat tidak akan membakar banyak kalori dibandingkan joging,” kata Ravichandran.
Jalan cepat dan joging meningkatkan detak jantung dan menggunakan sekitar 50-70% detak jantung maksimal. Jogging dapat meningkatkan detak jantung hingga sekitar 120bpm-140bpm tergantung pada kecepatan dan durasinya. Namun, jalan cepat dapat meningkatkan detak jantung hingga maksimal hanya 120bpm.
“Hal ini mengungkap alasan mengapa jogging membakar lebih banyak kalori jika dibandingkan dengan jalan cepat meskipun memiliki zona detak jantung yang sama,” kata sang ahli.
Namun ia mengingatkan bahwa orang yang kelebihan berat badan dan obesitas akan mendapat tekanan lebih besar pada persendiannya sehingga joging dapat semakin memperburuk risiko cedera.
“Oleh karena itu, bagi orang-orang ini, jalan cepat mungkin merupakan pilihan yang lebih baik untuk menurunkan berat badan karena tidak memberikan tekanan pada persendian. Di sisi lain, individu yang bertubuh langsing dan ingin mengurangi lemak perut, dapat melakukan joging, namun mungkin perlu meningkatkan kecepatan dan durasinya,” pungkasnya. (H-2)
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa orang dewasa yang berjalan kaki dengan durasi lebih lama lebih dari 10 menit
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko kematian, cara melakukan jalan kaki ternyata perlu diperhatikan.
LIMA lelaki paruh baya asal Kabupaten Aceh Tengah, rela berjalan kaki sekitar 180 kilometer (km) dari Gayo untuk melihat keadaan putra/putri mereka di Pesantren Darul Munawarah, Pidie Jaya
Penelitian Harvard mengungkap perempuan lansia cukup berjalan 4.000 langkah sehari untuk menurunkan risiko kematian dini dan penyakit jantung hingga 27%.
Kegiatan ini merupakan ekspresi kepedulian masyarakat terhadap perjuangan rakyat Palestina yang hingga kini masih memperjuangkan kemerdekaannya.
Seorang pria paruh baya mengalami pembesaran perut yang tidak wajar selama bertahun-tahun. Awalnya, ia mengira kondisi tersebut hanyalah akibat kenaikan berat badan atau obesitas biasa
Resolusi diet 2026 sering gagal? Simak tips hidup sehat, strategi diet realistis, dan panduan bulanan agar berat badan turun secara konsisten.
Banyak orang merasa sudah menjalani pola hidup sehat dengan makan teratur, memilih makanan bergizi, dan rutin berolahraga.
Memiliki berat badan yang terlihat normal tidak selalu berarti tubuh benar-benar sehat. Banyak orang dengan berat badan ideal justru memiliki perut buncit
Menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan mengurangi asupan karbohidrat dan lemak dan meningkatkan jumlah sayur dan buah.
Meghan Trainor mengakui menggunakan bantuan obat injeksi untuk menurunkan berat badan dan menstabilkan gula darah setelah melahirkan anak kedua. Ia berhasil menurunkan 31 kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved