Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAGA berat badan yang sehat dan terus memantau pola penambahan berat badan telah menjadi praktik gaya hidup yang penting. Pasalnya kelebihan berat badan dan obesitas dapat berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang serius.
Jalan cepat dan joging adalah beberapa aktivitas fisik yang paling sering dilakukan untuk mengurangi berat badan. Jalan cepat dan joging lebih umum dilakukan karena tidak memerlukan biaya finansial dan mudah diakses.
Pragnya Ravichandran, fisioterapis di Cloudnine Chennai, India, menjelaskan bahwa jalan cepat berbeda dengan joging dalam hal biomekanik dan pengeluaran energi.
Jalan cepat hanyalah tindakan berjalan dengan energik dan cepat, berusaha menempuh kecepatan minimal 3-4 mil per jam. Untuk gambaran yang lebih baik, jalan cepat bukanlah jalan santai atau jalan lambat.
Sementara joging merupakan salah satu bentuk olahraga yang melibatkan lari dengan kecepatan lambat dan berirama. Jogging melibatkan kecepatan yang lebih rendah dari berlari tetapi lebih tinggi dari berjalan.
“Jalan cepat adalah aktivitas fisik dengan intensitas sedang dan berdampak rendah karena salah satu kaki selalu menyentuh tanah. Ketika salah satu tumit terangkat dari tanah, jari-jari kaki lainnya sudah menempel di tanah. Oleh karena itu, ada distribusi beban yang merata dan dampak keseluruhannya rendah,” kata Ravichandran, dilansir dari Hindustan Times, Minggu (26/1).
Sementara, lanjutnya, joging melibatkan satu kaki di atas tanah sehingga distribusi beban lebih banyak pada kaki yang bersentuhan dengan tanah. “Oleh karena itu, jogging yang juga merupakan aktivitas fisik dengan intensitas sedang memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan jalan cepat,” ungkap fisioterapis.
Mana yang lebih baik untuk menurunkan berat badan?
Menurut Ravichandran, jalan cepat dan joging merupakan bentuk aktivitas fisik aerobik dengan intensitas sedang, menawarkan manfaat kesehatan yang signifikan seperti kesehatan jantung, membangun kekebalan, meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot, serta pencegahan gangguan gaya hidup. Di samping itu, keduanya juga membantu menurunkan berat badan.
Penurunan berat badan membutuhkan pembakaran kalori. Kedua aktivitas itu disebut memungkinkan seseorang membakar kalori dalam jumlah yang cukup.
“Karena sifatnya sebagai aktivitas fisik berdampak rendah, jalan cepat tidak akan membakar banyak kalori dibandingkan joging,” kata Ravichandran.
Jalan cepat dan joging meningkatkan detak jantung dan menggunakan sekitar 50-70% detak jantung maksimal. Jogging dapat meningkatkan detak jantung hingga sekitar 120bpm-140bpm tergantung pada kecepatan dan durasinya. Namun, jalan cepat dapat meningkatkan detak jantung hingga maksimal hanya 120bpm.
“Hal ini mengungkap alasan mengapa jogging membakar lebih banyak kalori jika dibandingkan dengan jalan cepat meskipun memiliki zona detak jantung yang sama,” kata sang ahli.
Namun ia mengingatkan bahwa orang yang kelebihan berat badan dan obesitas akan mendapat tekanan lebih besar pada persendiannya sehingga joging dapat semakin memperburuk risiko cedera.
“Oleh karena itu, bagi orang-orang ini, jalan cepat mungkin merupakan pilihan yang lebih baik untuk menurunkan berat badan karena tidak memberikan tekanan pada persendian. Di sisi lain, individu yang bertubuh langsing dan ingin mengurangi lemak perut, dapat melakukan joging, namun mungkin perlu meningkatkan kecepatan dan durasinya,” pungkasnya. (H-2)
Penggunaan benda sederhana di rumah, seperti botol air mineral, sudah bisa memberikan dampak signifikan bagi mereka yang sudah berumur.
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa orang dewasa yang berjalan kaki dengan durasi lebih lama lebih dari 10 menit
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko kematian, cara melakukan jalan kaki ternyata perlu diperhatikan.
LIMA lelaki paruh baya asal Kabupaten Aceh Tengah, rela berjalan kaki sekitar 180 kilometer (km) dari Gayo untuk melihat keadaan putra/putri mereka di Pesantren Darul Munawarah, Pidie Jaya
Penelitian Harvard mengungkap perempuan lansia cukup berjalan 4.000 langkah sehari untuk menurunkan risiko kematian dini dan penyakit jantung hingga 27%.
Ingin berat badan tetap ideal saat puasa? Simak tips menjaga berat badan stabil selama Ramadhan 2026 dari ahli medis agar tidak kalap saat berbuka
Sebagai patokan sederhana, penurunan berat badan yang ideal berkisar antara 0,5–1 kg per minggu, atau tidak lebih dari 4 kg selama satu bulan penuh.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved