Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS fisik sederhana seperti jalan kaki ternyata memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menemukan bahwa orang dewasa yang berjalan kaki dalam durasi lebih lama, yakni lebih dari 10 menit, memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular dan kematian dini dibandingkan mereka yang berjalan dalam waktu singkat.
Temuan ini menunjukkan bahwa jalan kaki tidak harus mencapai 10 ribu langkah per hari untuk memberikan dampak positif bagi tubuh. Hal terpenting adalah menjadikan aktivitas ini sebagai kebiasaan harian.
“Kebanyakan penelitian berfokus pada total jumlah langkah harian, termasuk penelitian kami sebelumnya. Namun, studi ini menunjukkan bahwa cara kita mengumpulkan langkah-langkah tersebut juga penting, terutama bagi orang yang kurang aktif,” ujar penulis utama studi, Dr Borja del Pozo Cruz.
Data menunjukkan hampir 31 persen populasi dewasa dunia tergolong kurang aktif secara fisik karena tidak memenuhi rekomendasi global, yakni berolahraga setidaknya 150 menit per minggu. Gaya hidup sedentari atau minim gerak diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko insomnia, kematian dini, serta penyakit kardiovaskular.
“Semua orang bisa mendapatkan manfaat dari berjalan kaki. Praktis tidak ada kelompok yang dirugikan oleh aktivitas ini. Namun, temuan ini paling relevan bagi mereka yang cenderung sedentari atau berjalan kurang dari sekitar 8.000 langkah per hari,” lanjut Dr Borja.
Meski terkesan mudah, berjalan kaki dalam durasi panjang bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat melatih otot untuk menarik oksigen dari darah, yang pada akhirnya membantu menurunkan denyut jantung, peradangan, serta tingkat stres.
Selain itu, jalan kaki juga meningkatkan stimulasi pada jantung sehingga otot-otot tubuh dapat lebih aktif terlibat.
“Jalan kaki dengan durasi lebih lama kemungkinan membantu meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, serta mendukung kontrol gula darah—semuanya sangat penting bagi kesehatan jantung,” tutup Dr Borja.
Memiliki berat badan yang terlihat normal tidak selalu berarti tubuh benar-benar sehat. Banyak orang dengan berat badan ideal justru memiliki perut buncit
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ibu menyusui antara 12 dan 24 bulan memiliki risiko relatif stabil untuk penyakit kardiovaskular.
Natrium sering kali menjadi bahan perdebatan: di satu sisi dianggap berbahaya bagi kesehatan jantung, tetapi di sisi lain, tubuh sebenarnya tidak bisa berfungsi tanpa mineral ini.
Obesitas dan diabetes tipe 2 merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia, karena keduanya meningkatkan risiko penyakit jantung dan kematian terkait kardiovaskula
Mangga, buah tropis yang digemari karena rasa manis dan segarnya, tak hanya nikmat di lidah, tetapi juga kaya akan nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan
Dr. Radityo menjelaskan bahwa tidak semua kelainan jantung bawaan dapat langsung terdeteksi saat bayi lahir.
Riset terbaru Johns Hopkins mengungkap peran testosterone dan estradiol terhadap risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.
Echocardiography merupakan metode utama non-invasif, tanpa radiasi, dan akurat untuk mendeteksi, mendiagnosis, serta memantau struktur dan fungsi jantung bayi dan anak.
Studi global mengungkap hubungan air minum asin dengan kenaikan tekanan darah. Ancaman serius bagi warga pesisir akibat perubahan iklim.
Studi global mengungkap ketidakcocokan hasil tes kreatinin dan sistatin C bisa menjadi sinyal bahaya gagal ginjal hingga kematian.
Pedoman diet terbaru AS memicu perdebatan sengit. Ahli kardiologi peringatkan risiko lemak jenuh dan daging merah dalam piramida makanan "terbalik" Trump.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved