Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYUSUI tidak hanya memberikan dampak yang baik kepada bayi, tetapi juga memberikan dampak positif untuk kesehatan ibu.
Berdasarkan Jurnal Asosiasi Jantung Amerika (JAHA) bahwa proses menyusui dikaitkan secara kuat dengan penurunan risiko ibu terkena kanker payudara, kanker ovarium, dan diabetes tipe 2. Bahkan dalam jurnal tersebut ada kaitannya menyusui dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular.
Artikel PubMed dan Web of Science yang diterbitkan hingga 16 April 2021 mengidentifikasi 8 studi prospektif relevan yang melibatkan 1.192.700 wanita yang telah melahirkan. Sebanyak 982.566 wanita (82%) melaporkan pernah menyusui dengan durasi menyusui 15,6 bulan.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ibu menyusui antara 12 dan 24 bulan memiliki risiko relatif stabil untuk penyakit kardiovaskular. Dan untuk penyakit jantung bawaan (PJB) antara 12 dan 48 bulan.
Terdapat beberapa teori tentang hubungan antara menyusui dan penurunan risiko kardiovaskular. Salah satunya menunjukkan keterlibatan hormon yang berperan penting selama laktasi.
Secara khusus, prolaktin dan oksitosin adalah 2 hormon utama yang penting dalam menyusui. Beberapa penelitian telah mengkaji efek prolaktin terhadap risiko kardiovaskular dan melaporkan hasil yang saling bertentangan.
Sebaliknya, oksitosin tidak hanya diidentifikasi penting untuk pengeluaran ASI, tetapi juga memiliki beberapa efek menguntungkan pada sistem kardiovaskular, misalnya, efek penurun tekanan darah, vasodilatasi, aksi antidiabetik, efek antioksidan, penghambatan peradangan, dan penurunan massa lemak.
Meta-analisis ini menunjukkan berkurangnya risiko penyakit kardiovaskular maternal pada wanita yang melahirkan dan menyusui dibandingkan dengan wanita yang melahirkan tetapi tidak pernah menyusui selama hidupnya. (H-2)
Jika seorang ibu menyusui merasa mampu dan kondisi kesehatan diri serta bayinya tetap terjaga, ia tetap diperbolehkan berpuasa.
Studi ilmiah menemukan menyusui lebih dari tiga bulan dapat membantu menurunkan risiko asma pada anak melalui pengaruh positif terhadap mikrobioma dan perkembangan sistem imun.
Untuk mencegah penurunan volume ASI akibat dehidrasi, ibu menyusui diingatkan untuk memenuhi target konsumsi cairan sebesar 2,5 hingga 3 liter.
Ustadz Maulana menekankan pentingnya menyusui sebagai bentuk penghormatan yang luar biasa bagi ibu, sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqarah: 233.
Kondisi ini disebut pitties dan merupakan fenomena adanya benjolan pada ketiak yang muncul ketika jaringan payudara berisi ASI mengalami pembengkakan.
Penelitian terbaru ungkap suhu kamar ideal bagi lansia adalah 24°C. Suhu yang lebih panas memaksa jantung bekerja ekstra dan menghambat pemulihan tubuh.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Memiliki berat badan yang terlihat normal tidak selalu berarti tubuh benar-benar sehat. Banyak orang dengan berat badan ideal justru memiliki perut buncit
Natrium sering kali menjadi bahan perdebatan: di satu sisi dianggap berbahaya bagi kesehatan jantung, tetapi di sisi lain, tubuh sebenarnya tidak bisa berfungsi tanpa mineral ini.
Obesitas dan diabetes tipe 2 merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia, karena keduanya meningkatkan risiko penyakit jantung dan kematian terkait kardiovaskula
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved