Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DI TikTok ramai diperbincangkan mengenai kondisi tidak umum seorang perempuan yang mengeluarkan air susu ibu (ASI) dari ketiak.
Menurut dr. Theresia Rina Yunita, kondisi ini disebut pitties dan merupakan fenomena adanya benjolan pada ketiak yang muncul ketika jaringan payudara berisi ASI mengalami pembengkakan atau engorgement.
Dilansir dari laman Klik Dokter, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia menjelaskan bahwa engorgement merupakan pembengkakan payudara yang terjadi karena pembuluh darah mengalami peregangan. Pembengkakan ini juga disebabkan adanya tekanan air susu yang baru diproduksi.
“Sehingga ketika benjolan (di ketiak) ini ditekan atau dikepit, dapat keluar cairan ASI,” jelas dr. Theresia.
Jaringan payudara sendiri tidak hanya terletak di payudara. Konsultan laktasi, Andrea Tran, IBCLC mengatakan jaringan yang dinamakan Tail of Spenceini memanjang ke area luar payudara, termasuk ketiak.
Karena terhubung dengan saluran susu utama yang menghasilkan ASI di payudara, ketiak mengalami pembengkakan. Namun, pembengkakan ketiak sedikit berbeda dengan kondisi payudara yang membengkak dan mengencang.
“Pembengkakan di bawah ketiak terlihat seperti benjolan berbentuk telur,” ujarnya.
Selama masa kehamilan, kadar hormon yang membantu tubuh memproduksi ASI meningkat. Hormon tersebut antara lain progesteron, estrogen, dan prolaktin.
Peningkatan hormon bahkan dapat mencapai 10-20 kali lebih tinggi, bila dibandingkan dengan sebelum kehamilan terjadi.
“Peningkatan progesteron, estrogen, dan prolaktin memicu perkembangan saluran susu penghasil ASI,” jelas konsultan laktasi Emily Brittingham, dikutip dari Bellybelly.com.
“Saluran susu mulai bercabang dan meregang ke luar payudara. Jika ada jaringan payudara Tail of Spence di ketiak Anda, kemungkinan di sana tumbuh saluran susu juga,” sambungnya.
Penyebaran jaringan payudara Tail of Spence hingga ketiak dialami sekitar 6% ibu menyusui di seluruh dunia.
Kondisi ini, ujar dr. Theresia, umumnya terjadi pada masa awal menyusui. Penyebabnya bisa juga karena produksi ASI melebihi kebutuhan bayi.
“Jadinya oversupply (melebihi kapasitas) dan menyebabkan payudara bengkak. Ataupun karena payudara yang berisi ASI tidak dikeluarkan secara maksimal sehingga terbentuk sumbatan (di ketiak),” katanya.
Pembengkakan merupakan penyebab umum timbulnya rasa nyeri ketika menyusui. Seperti disampaikan dr. Theresia, pembengkakan terjadi karena saluran susu terlalu penuh.
Hal ini menyebabkan saluran susu yang meluas ke area ketiak ikut membengkak. Bahkan, ibu bisa merasakan nyeri di area tersebut.
Untuk mengobati dan mencegah rasa nyeri akibat pitties, dr. Theresia menyarankan agar menyusui si kecil hingga persediaan ASI di payudara hampir habis.
“Selain itu, pijat payudara (ke arah puting) agar tidak terbentuk sumbatan serta kompres dengan air hangat,” kata dr. Theresia.
Emily Brittingham menambahkan, ibu menyusui juga dapat melancarkan saluran ASI yang tersumbat di ketiak dengan mandi air hangat. Umumnya, benjolan di ketiak akan menghilang dengan sendirinya selama 24-48 jam.
Jika deretan cara tersebut tidak mampu mengurangi benjolan di ketiak, Anda disarankan segera memeriksakan diri ke dokter.
Pitties yang tidak kunjung sembuh, menurut Emily, berpotensi menyebabkan ibu menyusui mengalami mastitis maupun abses payudara.
Mastitis merupakan infeksi jaringan payudara yang disebabkan bakteri. Sementara abses payudara merupakan infeksi yang menyebabkan payudara Anda memiliki benjolan berisi nanah.
Dalam kasus yang lebih langka, benjolan di payudara maupun ketiak bahkan dapat mengindikasikan kanker payudara. (Z-1)
Pemakaian deodoran yang mengandung logam aluminium dioksida dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan ketiak hitam.
Festival ini mengajak masyarakat lebih aktif dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh melalui rangkaian kegiatan olahraga yang menarik.
Jika tidak dirawat dengan tepat, kulit ketiak yang sensitif akan lebih mudah mengalami ruam, muncul kemerahan ketika memakai produk yang kurang cocok.
Jika seorang ibu menyusui merasa mampu dan kondisi kesehatan diri serta bayinya tetap terjaga, ia tetap diperbolehkan berpuasa.
Waktu yang sering terasa optimal untuk memompa ASI adalah setelah sahur, siang hari, menjelang berbuka, dan malam hari sebelum tidur
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Untuk mencegah penurunan volume ASI akibat dehidrasi, ibu menyusui diingatkan untuk memenuhi target konsumsi cairan sebesar 2,5 hingga 3 liter.
Simak strategi memompa ASI saat puasa agar produksi tetap lancar. Jadwal optimal, teknik stimulasi oksitosin, hingga tanda ibu menyusui harus batal puasa.
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved