Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Rahasia Tidur Nyenyak Lansia, Suhu Kamar 24°C Kurangi Risiko Stres Jantung

Thalatie K Yani
12/2/2026 13:00
Rahasia Tidur Nyenyak Lansia, Suhu Kamar 24°C Kurangi Risiko Stres Jantung
Ilustrasi(freepik)

KAMAR tidur yang lebih sejuk ternyata memiliki manfaat lebih besar bagi kesehatan lansia daripada yang diperkirakan sebelumnya. Penelitian terbaru mengungkapkan menjaga suhu malam hari tetap pada angka 24°C (75°F) dapat mengurangi respons stres dan membantu jantung bekerja lebih efisien selama tidur.

Studi dari Griffith University, Australia, ini menyoroti suhu kamar tidur merupakan faktor penting yang sering terabaikan dalam proses pemulihan tubuh di malam hari. Penelitian ini dipimpin Dr. Fergus O'Connor dari School of Allied Health, Sport and Social Work.

"Bagi individu berusia 65 tahun ke atas, menjaga suhu kamar tidur semalaman pada 24°C mengurangi kemungkinan mengalami peningkatan respons stres selama tidur," ujar Dr. O'Connor dalam pernyataannya.

Mengapa Suhu Panas Berbahaya bagi Jantung?

Dr. O'Connor menjelaskan hawa panas memberikan beban tambahan pada sistem kardiovaskular. Saat tubuh terpapar panas, jantung dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah ke permukaan kulit demi mendinginkan suhu tubuh.

"Namun, ketika jantung bekerja lebih keras dan lebih lama, hal itu menciptakan stres dan membatasi kapasitas kita untuk pulih dari paparan panas di hari sebelumnya," jelas Dr. O'Connor.

Bukti dari Kondisi Dunia Nyata

Dalam studi ini, para peserta menggunakan pelacak kebugaran untuk merekam data jantung saat tidur. Di saat yang sama, sensor suhu dipasang di kamar tidur mereka untuk memantau kondisi lingkungan sepanjang musim panas di Australia.

Hasilnya memberikan bukti nyata pertama bahwa kenaikan suhu kamar berdampak langsung pada detak jantung dan respons stres. Ketika suhu malam hari meningkat, jantung tidak mendapatkan kesempatan untuk beristirahat secara maksimal.

Tantangan Perubahan Iklim dan Kesehatan

Temuan ini menjadi sangat relevan mengingat suhu malam hari yang terus meningkat akibat perubahan iklim. Dr. O'Connor memperingatkan bahwa malam-malam yang lebih panas dapat berkontribusi pada angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kardiovaskular karena terganggunya pemulihan otonom saat tidur.

Ia juga mencatat adanya celah dalam panduan kesehatan saat ini. "Meskipun ada pedoman untuk suhu dalam ruangan maksimum di siang hari, yaitu 26°C, belum ada rekomendasi setara untuk kondisi di malam hari."

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal BMC Medicine dengan judul 'Effect of nighttime bedroom temperature on heart rate variability in older adults: an observational study'. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya