Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMAR tidur yang lebih sejuk ternyata memiliki manfaat lebih besar bagi kesehatan lansia daripada yang diperkirakan sebelumnya. Penelitian terbaru mengungkapkan menjaga suhu malam hari tetap pada angka 24°C (75°F) dapat mengurangi respons stres dan membantu jantung bekerja lebih efisien selama tidur.
Studi dari Griffith University, Australia, ini menyoroti suhu kamar tidur merupakan faktor penting yang sering terabaikan dalam proses pemulihan tubuh di malam hari. Penelitian ini dipimpin Dr. Fergus O'Connor dari School of Allied Health, Sport and Social Work.
"Bagi individu berusia 65 tahun ke atas, menjaga suhu kamar tidur semalaman pada 24°C mengurangi kemungkinan mengalami peningkatan respons stres selama tidur," ujar Dr. O'Connor dalam pernyataannya.
Dr. O'Connor menjelaskan hawa panas memberikan beban tambahan pada sistem kardiovaskular. Saat tubuh terpapar panas, jantung dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah ke permukaan kulit demi mendinginkan suhu tubuh.
"Namun, ketika jantung bekerja lebih keras dan lebih lama, hal itu menciptakan stres dan membatasi kapasitas kita untuk pulih dari paparan panas di hari sebelumnya," jelas Dr. O'Connor.
Dalam studi ini, para peserta menggunakan pelacak kebugaran untuk merekam data jantung saat tidur. Di saat yang sama, sensor suhu dipasang di kamar tidur mereka untuk memantau kondisi lingkungan sepanjang musim panas di Australia.
Hasilnya memberikan bukti nyata pertama bahwa kenaikan suhu kamar berdampak langsung pada detak jantung dan respons stres. Ketika suhu malam hari meningkat, jantung tidak mendapatkan kesempatan untuk beristirahat secara maksimal.
Temuan ini menjadi sangat relevan mengingat suhu malam hari yang terus meningkat akibat perubahan iklim. Dr. O'Connor memperingatkan bahwa malam-malam yang lebih panas dapat berkontribusi pada angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kardiovaskular karena terganggunya pemulihan otonom saat tidur.
Ia juga mencatat adanya celah dalam panduan kesehatan saat ini. "Meskipun ada pedoman untuk suhu dalam ruangan maksimum di siang hari, yaitu 26°C, belum ada rekomendasi setara untuk kondisi di malam hari."
Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal BMC Medicine dengan judul 'Effect of nighttime bedroom temperature on heart rate variability in older adults: an observational study'. (Science Daily/Z-2)
Kualitas tidur yang buruk dapat memicu stres, gangguan kecemasan, hingga penurunan konsentrasi.
Ahli tidur menjelaskan kualitas tidur sama pentingnya dengan durasinya, serta bagaimana ritme tubuh menentukan kebutuhan tidur setiap orang.
Pelajari manfaat meditasi bagi mental & fisik, teknik populer, serta panduan pemula yang mudah dan konsisten.
Penelitian terbaru mengungkap gejala apnea tidur obstruktif (OSA) cenderung memburuk di akhir pekan akibat perubahan pola tidur.
Dalam era kerja cepat dan tuntutan multitasking, kelelahan setelah jam kerja bukan lagi hal aneh—terutama bagi generasi milenial dan Gen Z.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved