Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

2.129 Personel SAR Diterjunkan Cari Korban Longsor Cisarua

Depi Gunawan
26/1/2026 12:44
2.129 Personel SAR Diterjunkan Cari Korban Longsor Cisarua
Tim gabungan kembali melakukan pencarian korban longsor di Cisarua Bandung Barat pada hari ketiga, Senin (26/1/2026).(MI/Depi Gunawan)

PENCARIAN korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat memasuki hari ketiga, Senin (26/1). Operasi pencarian dilakukan secara besar-besaran dengan menerjunkan lebih dari 2.000 personel SAR guna menemukan seluruh korban secepatnya. Pencarian difokuskan pada dua sektor utama, yakni sektor A di bagian timur dan sektor B di bagian barat Desa Pasirlangu. Kedua lokasi tersebut diduga kuat menjadi titik tertimbunnya korban yang hingga kini belum ditemukan.

"Hari ini kami fokuskan pencarian di dua sektor. Ada sembilan ekskavator yang juga disiagakan untuk melaksanakan pencarian," kata Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S, di lokasi.

Ia menjelaskan, proses pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari penyisiran manual oleh petugas, penggunaan pompa air (alkon), hingga pengerahan alat berat.

Jumlah personel yang diterjunkan pada hari ketiga ini mencapai 2.129 orang, lebih banyak dibandingkan hari sebelumnya. Personel tersebut terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian PUPR, BNPB, Kementerian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta relawan dan komunitas SAR.

"Hari ini juga kita mendapat penambahan kekuatan personel dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, Kantor SAR Cilacap, serta potensi SAR dan relawan dari berbagai organisasi," ungkap Yudhi.

Hingga operasi pencarian kemarin, tim SAR telah berhasil mengevakuasi sebanyak 25 kantong jenazah. Sementara itu, sekitar 80 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Seluruh jenazah yang ditemukan langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi sebelum diumumkan secara resmi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

"Kami berharap kondisi cuaca hari ini mendukung jalannya operasi pencarian, karena faktor cuaca sangat menentukan keselamatan personel serta efektivitas pencarian di lapangan," jelasnya.

Dari total 25 jenazah yang berhasil dievakuasi, sebanyak 17 jenazah telah teridentifikasi dan sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing. Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman menyatakan, bahwa alat berat terus disiagakan di lokasi longsor untuk mempercepat proses pencarian korban.

"Tiga ekskavator kecil disiapkan dari BPBD Provinsi, Bina Marga Provinsi, dan BBWS. Jika masih kurang, akan ditambah sesuai kebutuhan yang ditentukan Basarnas," kata Herman.

Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar penanganan bencana dan pencarian korban dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

"Barusan kami melakukan sinkronisasi antara BNPB, pemerintah provinsi, dan kabupaten agar manajemen penanganan bencana bisa berjalan optimal di semua bidang," pungkasnya. (DG/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner