Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

BEM UPI Serahkan Invensi Sebagai Alat untuk Kembangkan Singkong Lokal Desa Sukamelang Subang

Naviandri
28/12/2025 21:32
BEM UPI Serahkan Invensi Sebagai Alat untuk Kembangkan Singkong Lokal Desa Sukamelang Subang
BEM-UPI gelar seminar hasil PM-BEM dan penyerahan Invensi sebagai aset Desa Sukamelang.(Dok UPI)

BADAN Eksekutif Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (BEM-UPI) menyelenggarakan Seminar Hasil Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) sekaligus penyerahan invensi UPI dari Kemenristek Dikti sebagai aset
desa kepada masyarakat Desa Sukamelang, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang Jawa Barat (Jabar). 

Kegiatan ini merupakan puncak dari program pengabdian masyarakat bertajuk 'With UPI, Cassava is Gold', E-cassva yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan lingkungan berbasis potensi lokal singkong.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Sukamelang beserta seluruh perangkat desa, ibu-ibu PKK, Karang Taruna sebagai mitra masyarakat nonproduktif, serta kelompok tani dan produsen geplak singkong sebagai mitra masyarakat produktif. Hadir pula perwakilan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UPI serta seluruh mahasiswa UPI yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program PM-BEM di Desa Sukamelang.

Ketua pembimbing PM-BEM UPI, Selly Feranie menyampaikan, rasa bangganya terhadap kinerja mahasiswa UPI yang mampu menciptakan dampak nyata bagi warga Desa Sukamelang melalui invensi yang aplikatif. Integrasi teknologi dan inovasi perguruan tinggi dalam pemberdayaan wilayah dan masyarakat untuk mendukung pencapaian SDGs.

"Alhamdulillah, telah terwujud melalui program ini dan berharap sekali dengan invensi ini Desa Sukamelang mampu mendorong kemandirian desa, keberhasilan program ini juga tidak terlepas tentunya dukungan universitas khususnya FPMIPA UPI dan partisipasi aktif Masyarakat, perangkat desa serta penerima dampak serta menjalankan seluruh rangkaian program dengan sangat baik. "Melalui kolaborasi yang kuat antara kampus dan desa, PM-BEM UPI diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak luas," tandasnya.

APRESIASI
Hal yang sama juga dikatakan Aep, perwakilan dari DPPM UPI yang mengapresiasi atas kinerja dan dedikasi mahasiswa UPI dalam melaksanakan program pengabdian masyarakat. Ia menaruh harapan besar agar invensi yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga Desa Sukamelang berkembang menjadi desa mandiri dan produktif sebagai desa binaan UPI melalui integrasi teknologi, invensi perguruan tinggi dan partisipasi aktif masyarakat, program PM-BEM UPI di Desa Sukamelang diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat berkelanjutan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa.

“Program PM-BEM UPI di Desa Sukamelang berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan ekonomi desa dan hilirisasi produk singkong, SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat, serta SDGs 9 dan SDGs 12 melalui pemanfaatan invensi teknologi dan pengelolaan limbah secara berkelanjutan," jelasnya.

Mahasiswa juga mempresentasikan capaian dan produk dari setiap program BEM UPI yang telah dilaksanakan. Presentasi ini mencakup proses perancangan, implementasi serta dampak awal program terhadap peningkatan kapasitas produksi, keterampilan masyarakat dan pengelolaan lingkungan desa. 

Ada enam program PM BEM E-cassava yang dipresentasikan yakni, HeatSing (Pemanas singkong), Sigap (Mesin Tepung Singkong), SIREBO (singkong Bio etanol). PAMOLANG (rumah Magot), SingFood ( kuliner singkong) dan Sikoprah (pemberdayaan koperasi). Invensi tersebut berupa alat sun dryer singkong anti hujan dengan sistem pemanasan 24 jam yang terintegrasi dengan panel surya untuk mengaktifkan pemanas pada malam hari serta mesin pembuat tepung singkong berkapasitas besar.

“Pengoperasian kedua alat ini telah menghasilkan produk turunan berupa tepung singkong MOCAF, Desa Sukamelang yang siap dihilirisasi dengan peningkatan kualitas menuju skala industri. Untuk mewujudkan hal ini Prof Fitri Khaerunisaa salah satu pembimbing menyambut baik Produk MOCAF yang dihasilkan akan melalui pengujian ingredient di laboratorium saya agar kualitasnya siap bersaing secara industri,” terangnya.

Selain MOCAF, program ini juga menghasilkan berbagai produk olahan singkong seperti mi singkong, cookies, stik singkong dan es krim singkong. Produk-produk tersebut memberikan keterampilan tambahan bagi ibu-ibu PKK Desa Sukamelang, khususnya dalam proses produksi dan pemasaran produk olahan bernilai ekonomi.

PRODUK OLAHAN BERNILAI EKONOMI
Sementara itu, Nanang Winarno, selaku pembimbing PM-BEM UPI menerangkan, bahwa evaluasi program dan keberlanjutannya harus terus dilakukan ke depan dan tim PM-BEM UPI membuka ruang seluas-luasnya bagi
masukan dari masyarakat untuk menyempurnakan seluruh program yang telah dijalankan."Keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat," tuturnya.

Sedangkan Ela Margalina, Kasi Akademik dan Kemahasiswaan FPMIPA menyatakan fakultas FPMIPA siap mendukung penuh hilirisasi invensi staf dosen dan mahasiswa. (E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner