Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

KIP Kembali Beri Anugerah Predikat Informatif 2025 kepada Bio Farma

Naviandri
16/12/2025 19:03
KIP Kembali Beri Anugerah Predikat Informatif 2025 kepada Bio Farma
Komisioner KIP RI, Samrotunnajah Ismail menyerahkan penghargaan kepada Direktur Produksi dan Supply Chain PT Bio Farma Sri Harsi Teteki(DOK/BIO FARMA)

BERKAT konsistensi penerapan tata kelola yang dilakukan PT Bio Farma (Persero) membuahkan anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP), dengan pencapaian predikat Informatif.

Predikat tertinggi yang diraih BUMN kesehatan dalam ajang ini menjadi yang ke tiga kali secara berturut-turut

Penghargaan diserahkan oleh Komisioner KIP RI, Samrotunnajah Ismail dan diterima Direktur Produksi dan Supply Chain PT Bio Farma (Persero), Sri Harsi Teteki di Jakarta.

Direktur Produksi dan Supply Chain Bio Farma, Sri Harsi Teteki menyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi seluruh insan Bio Farma dalam mengimplementasikan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara berkelanjutan.

“Penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen bersama dalam menghadirkan layanan informasi publik yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab. Bio Farma akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik sebagai bagian dari upaya membangun
kepercayaan masyarakat,” paparnya .

Menurut dia, sebagai BUMN di bidang farmasi dan life science, Bio Farma terus memperkuat sistem pengelolaan informasi publik yang terintegrasi, adaptif terhadap perkembangan digital, serta selaras dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, sejalan dengan peran perusahaan dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas.

"Anugerah KIP merupakan puncak dari rangkaian Monitoring dan
Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik yang telah berlangsung sejak September 2025 melalui pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ), hingga tahap presentasi dan penilaian akhir oleh tim penilai independen dari unsur akademisi, birokrasi, pelaku usaha dan masyarakat," jelasnya.

Kategori tertinggi


Predikat Informatif, kata Sri, merupakan kategori tertinggi dengan rentang nilai 90–100, di atas kategori Menuju Informatif, Cukup Informatif, Kurang Informatif dan Tidak Informatif. Pencapaian ini sekaligus menjadi momentum bagi Bio Farma untuk terus memperkuat budaya
keterbukaan informasi dan meningkatkan kualitas layanan publik secara berkelanjutan.

"Hal ini juga menegaskan peran perseroan sebagai BUMN yang secara konsisten membangun kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi yang profesional dan terintegrasi, sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan dan kontribusi berkelanjutan dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional," tambahnya.

Ketua KIP, Donny Yoesgiantoro menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik tidak semata menjadi kewajiban administratif, melainkan instrumen strategis bagi badan publik dalam membangun kepercayaan dan
kredibilitas.

 "Kerbukaan informasi seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum. Jika dijalankan dengan komitmen, keterbukaan informasi akan meningkatkan kepercayaan publik dan membuka peluang investasi,” ucapanya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner