Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Hadapi Libur Nataru, Forkopimda Plus Kabupaten Sukabumi Petakan Berbagai Potensi

Benny Bastiandy
15/12/2025 20:16
Hadapi Libur Nataru, Forkopimda Plus Kabupaten Sukabumi Petakan Berbagai Potensi
Kawasan pesisir pantai Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi masih menjadi tempat wisata favorit.(MI/BENNY)

BERBAGAI objek wisata di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diprediksi bakal dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Pemerintah kabupaten  serta unsur Forkopimda mulai mengantisipasi berbagai kemungkinan potensi yang bakal terjadi selama libur Natal dan Tahun Baru.

Pada Senin (15/12), Polres Sukabumi melaksanakan rapat koordinasi lintas sektor Operasi Lilin Lodaya di Aula Wicaksana Laghawa Polres Sukabumi, Palabuhanratu. Kegiatannya fokus pada pengamanan selama libur Nataru

Kapolres Sukabumi Ajun Komisaris Besar Samian, menyebut evaluasi pengamanan sebelumnya menjadi dasar penyusunan langkah strategis Operasi Lilin Lodaya tahun ini. 

Dia menyoroti kemacetan sebagai kerawanan utama, seperti yang terjadi saat Operasi Ketupat 2025, khususnya di jalur Ciawi hingga Parungkuda karena menjadi perhatian nasional.

"Operasi kali ini fokus bagaimana kemacetan bisa diurai. Kasatlantas harus berkoordinasi dengan pengelola Tol Ciawi dan menyiapkan jalur alternatif agar arus kendaraan tetap bergerak," ungkapnya.

Samian menyebut, keterbatasan jalur-jalur alternatif jadi tantangan tersendiri mengurai kemacetan. Namun diharapkan agar semua pihak bisa mengintensifkan komunikasi dan koordinasi, sehingga kejadian sebelumnya tak terulang. 

"Kerawanan lain yang menjadi perhatian adalah keberadaan pasar tumpah di jalur arteri serta rendahnya disiplin berlalu lintas. Kami menganggap penting gencarnya edukasi kepada masyarakat mengenai hal ini," tuturnya. 

Selain kemacetan, potensi bencana alam juga diantisipasi dengan menyiapkan personel dan peralatan di titik rawan. Distribusi energi turut menjadi perhatian, dengan memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik tetap aman selama masa libur Nataru.

Pengamanan wilayah pesisir pun menjadi fokus menyusul tingginya risiko kecelakaan laut. Polairud, Basarnas, dan BPBD diminta memetakan titik-titik rawan dan memasang tanda peringatan di sepanjang pantai, termasuk di area bibir pantai yang berbahaya.

Di sisi lain, potensi kejahatan seperti pencurian rumah kosong dan kejahatan jalanan juga diantisipasi melalui peningkatan patroli. 

"Pengamanan Nataru dilakukan secara terbuka dan humanis agar masyarakat dapat beribadah dan menikmati liburan dengan rasa aman. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, setiap potensi permasalahan dapat diminimalkan, sehingga kenyamanan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga," pungkasnya.


Nataru aman


Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menambahkan semua pihak tentu menginginkan agar perayaan Nataru di wilayah Kabupaten Sukabumi berjalan aman, nyaman, lancar, dan kondusif. Momentum Nataru selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat, aktivitas ibadah, serta kegiatan wisata. 

Kondisi tersebut membawa konsekuensi logistik dan potensi kerawanan yang perlu diantisipasi secara serius. Terutama aspek keamanan, ketertiban, dan keselamatan publik.

"Pemkab Sukabumi bersama TNI, Polri, dan seluruh stakeholder siap berkolaborasi melaksanakan Operasi Lilin Lodaya. Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pengamanan Nataru," tambahnya. 

Andreas menekankan skala prioritas pelaksanaan, mulai dari peningkatan kesiapsiagaan personel, penguatan koordinasi antarinstansi, hingga optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, kelancaran arus lalu lintas menjadi perhatian utama. 

Pengamanan juga diarahkan pada mitigasi potensi bencana hidrometeorologi mengingat saat ini memasuki musim hujan. BPBD diminta menyiagakan personel, sementara BMKG diharapkan memberikan prakiraan cuaca dalam jangka 1-3 pekan ke depan.

"Alat berat juga akan digeser ke lokasi-lokasi rawan longsor dan banjir," pungkasnya. 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner