Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Uang Rp107,5 Triliun Diperkirakan Berputar pada Periode Libur Nataru 2025/2026

Insi Nantika Jelita
15/12/2025 18:07
Uang Rp107,5 Triliun Diperkirakan Berputar pada Periode Libur Nataru 2025/2026
Ilustrasi(Antara)

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang memproyeksikan perputaran uang selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mencapai Rp107,55 triliun. Angka ini didapat dari proyeksi pergerakan jumlah pemudik yang mencapai 119,5 juta orang, berdasarkan Survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan.

Sarman menjelaskan adapun dasar perhitungannya adalah jumlah 119,5 juta tersebut setara dengan 29.875.000 keluarga dengan asumsi rata rata per keluarga 4 orang. Jika per keluarga membawa bekal uang rata rata Rp,3,6 juta.

"Potensi perputaran uang menembus Rp107,55 triliun," kata Sarman dalam keterangan resmi, Senin (15/12).

Kendati demikian, angka tersebut masih berpotensi berubah. Ini mengingat jumlah pemudik periode libur Nataru kali ini diperkirakan tidak sebesar tahun lalu karena mendekati bulan puasa pada Februari 2026 mendatang.

"Masyarakat sudah persiapkan untuk mudik Idul Fitri 2026. Waktu yang berdekatan ini membuat masyarakat berpotensi tidak melakukan perjalanan mudik liburan Nataru tahun ini," tutur Sarman.

Di satu sisi, ia menyebut dengan adanya stimulus saat Nataru yang diberikan pemerintah, dapat mendongkrak pergerakan karena dapat mereduksi beban biaya perjalanan masyarakat yang biasanya meningkat tajam menjelang akhir tahun.

Stimulus tersebut menjadi daya tarik seperti tarif diskon tol 10-20% ruas jalan tol di Jabodetabek, Trans Jawa, non Jawa dan Trans Sumatera. Kemudian diskon seluruh moda transportasi darat, laut dan udara. Mulai dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan diskon sebesar 30% untuk kelas ekonomi, sedangkan Pelni menyediakan potongan sekitar 20% untuk tiket kapal laut. PT.ASDP juga memberikan keringanan tarif jasa kepelabuhanan rata-rata potongan sekitar 19% pada lintasan-lintasan prioritas.

Sedangkan, angkutan udara, pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung Pemerintah (DTP) dan berbagai maskapai penerbangan menerapkan penurunan tarif angkutan udara rata-rata 13%-14% khusus tiket kelas ekonomi

Sarman menyebut berbagai sektor usaha akan lebih produktif selama libur Nataru antara lain seperti pusat perbelanjaan, grosir, jasa parcel toko kue, hotel, motel, villa, apartemen, restoran, kafe, pusat kuliner, pengrajin oleh oleh khas daerah.

"Aneka produk UMKM, mini market dan pedagang mikro yang tersebar di berbagai objek wisata juga dapat mendapat cuan lebih besar," ucapnya.

Untuk kebutuhan uang tunai, Bank Indonesia (BI) dan pihak perbankan diminta memastikan ketersediaan dalam berbagai pecahan uang rupiah baik melalui ATM maupun pengambilan langsung untuk kebutuhan Nataru 2025/2026. Pemerintah daerah juga didorong melakukan langkah-langkah antisipatif menyambut para pemudik yang pulang kampung maupun yang berlibur.

"Pemda perlu mengimbau agar para pengelola destinasi wisata, hotel, pengelola parkir, kuliner makanan dan souvenir khas daerah tidak menaikkan harga berlebihan sehingga para pemudik tidak ragu menghabiskan uang," tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya