Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jumlah Wisatawan di Kota Cirebon Turun saat Libur Nataru, Ini Penyebabnya

Nurul Hidayah    
07/1/2026 16:40
Jumlah Wisatawan di Kota Cirebon Turun saat Libur Nataru, Ini Penyebabnya
Ilustrasi(MI/UL)

KUNJUNGAN wisatawan ke Kota Cirebon pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengalami penurunan. Evaluasi pun dilakukan terutama terhadap objek wisata alam pada musim penghujan.

“Selama libur Nataru, kami membentuk tim yang bertugas melakukan monitoring kunjungan wisatawan di sejumlah destinasi wisata unggulan di Kota Cirebon,” tutur Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, Rabu (7/1).

Sebanyak enam destinasi wisata yang dipantau, yakni Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Keraton Kanoman, Cirebon Waterland, Taman Air Goa Sunyaragi, dan Wisata Bahari Kejawanan.

Berdasarkan hasil monitoring, kunjungan wisatawan ke enam destinasi wisata unggulan tersebut mencapai 37.237 orang. Angka tersebut, lanjut Agus, mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada libur Nataru 2024–2025, yang mencatatkan sekitar 49.700 kunjungan.

“Penurunan jumlah wisatawan pada libur Nataru 2025–2026 terjadi di hampir seluruh destinasi wisata,” tutur Agus.

Penurunan paling signifikan terjadi di Wisata Bahari Kejawanan. Pada periode libur Nataru tahun ini, jumlah kunjungan di destinasi tersebut tercatat sebanyak 28.221 orang. Angka ini menurun drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 40.177 orang.

Namun, Agus menegaskan bahwa penurunan kunjungan ke enam destinasi unggulan di Kota Cirebon tersebut bukan disebabkan oleh berkurangnya daya tarik wisata. Penurunan terjadi akibat pengaruh cuaca ekstrem dan banjir, khususnya di objek wisata alam dan ruang terbuka.

“Curah hujan tinggi dan banjir di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon menjelang serta selama periode libur Nataru berdampak pada aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan,” tutur Agus.

Kondisi tersebut memicu perubahan pola perjalanan wisatawan. Pengunjung cenderung membatasi aktivitas luar ruang dan memilih alternatif liburan seperti staycation yang dinilai lebih aman pada musim hujan.

Hasil monitoring kunjungan wisatawan Kota Cirebon selama libur Nataru tahun ini selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat strategi pengelolaan dan promosi wisata, khususnya pada musim penghujan. (UL/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik