Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
MAJELIS Musyawarah Sunda (MMS) terus berbuat untuk kemajuan Jawa Barat. Salah satu upayanya ialah menetapkan empat agenda strategis makro bagi pembangunan Jawa Barat.
Penetapan itu dilakukan dalam Musyawarah II Majelis Musyawarah Sunda (MMS) di Kampus Universitas Padjadjaran di Jl Dipatiukur, Sabtu (15/11).
Selanjutnya, agenda beserta rekomendasinya akan diberikan kepada Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) di Gedung Sate, pada Sabtu (22/11) mendatang.
Ketua Badan Pekerja MMS, Andri P Kantaprawira, menegaskan agenda pertama adalah MMS mengkritisi pola sentralisasi fiskal yang selama ini belum sepenuhnya memberikan keadilan bagi Jawa Barat dan Banten, meskipun keduanya merupakan kontributor ekonomi terbesar setelah Jakarta. Kedua, penegasan kebudayaan sebagai fondasi jati diri, bukan sekadar pelengkap atau dekorasi pembangunan.
“Berikutnya, kami, MMS memandang Sunda Raya, mencakup Jawa Barat, Banten, dan Daerah Khusus Jakarta, memiliki potensi besar sebagai satu ekoregion dan kawasan ekonomi terpadu, sehingga menolak konsep aglomerasi yang mengabaikan masyarakat lokal, mengancam ruang hidup, dan merusak lingkungan apabila dilakukan tanpa konsultasi publik,” katanya.
Agenda keempat, sambung dia, menyoroti aspek kepemimpinan sebagai simpul penggerak seluruh agenda perubahan karenanya perlu dibentuk segera antara lain Sunda Leadership Institute (SLI) dalam tiga level mulai umur 18 hingga 40 tahun ke atas.
“Sunda adalah kekuatan moral dan kultural yang tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa. Sudah waktunya Sunda kembali meneguhkan jati dirinya sebagai pilar penting kebudayaan dan peradaban Nusantara demi Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat,” tambahnya.
Dinas Kebudayaan
Hadir dalam musyawarah itu sejumlah sesepuh Sunda. Di antaranya Burhanuddin Abdullah, Nu’man Abdul Hakim, Ganjar Kurnia, Etty RS, Indra Perwira, Deni K Irawan, Ernawan S Koesoemaatmadja, serta puluhan elemen Panata Nikir dan Panata Gawe MMS.
Sejumlah rekomendasi pada empat agenda tersebut, antara lain, menegaskan nomenklatur Dinas Kebudayaan sebagai lembaga tersendiri, tidak sekadar menjadi embel-embel pariwisata agar kelembagaan kebudayaan memiliki otoritas dan daya kerja memadai.
“Reformasi fiskal nasional untuk menjamin perimbangan keuangan yang adil bagi Jawa Barat, Banten, dan DKJ. Juga, pembukaan kembali pemekaran daerah secara selektif bagi provinsi, kabupaten dan kota yang memenuhi syarat khususnya di wilayah yang daya dukung fiskal memadai,” sambung Andri.
Dukung KDM
Sementara itu, Dindin S Maolani, Pinisepuh MMS, menambahkan, sebagai sebuah kaukus pemikiran, MMS siap menyokong dari sisi kognitif dari Gubernur KDM, sehingga visi misi Pemprov Jabar dalam menyejahterakan rakyat Jawa Barat bisa tercapai.
“Dengan bentuk kami lebih cair karena tidak berbadan hukum, MMS menghimpun pemikiran banyak pakar cendekia yang antara lain akan memberi rekomendasi kepada Pemprov Jabar. Secepatnya dalam 1 tahun dan jangka panjang 4 tahun ke depan,” ujar advokat senior tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Rahmat Hidayat Djati, Ketua Komisi I DPRD Jabar, sebagai pembuka kegiatan tersebut, menyebutkan pihaknya merasakan kehormatan besar membuka acara tersebut. Sebab, MMS bukan sekedar forum berkumpulnya tokoh intelektual dan pinisepuh, tetapi merupakan wadah permusyawaratan yang menjaga nyala nilai, tradisi, serta jati diri Sunda.
“Nilai ini sudah ratusan tahun menjadi pandu kehidupan masyarakat tatar Jawa Barat. Kiranya juga musyawarah ini bisa menjadi ruang untuk menemukan titik temu antara nilai budaya, kearifan lokal, dan arah pembangunan di Jawa Barat,” katanya.
Menurut dia, Majelis Musyawarah Sunda telah menjadi penjaga nilai, pelestari identitas, sekaligus penuntun moral masyarakat Sunda. Di era global yang penuh tantangan akan arus teknologi, komersialisasi budaya dan pergeseran nilai, membuat MMS semakin relevan memastikan budaya Sunda tetap hidup, berkembang, dan bermakna bagi generasi mendatang.
MINTA, seorang lelaki paruh baya warga Bayabang RT 001/006 Desa Talaga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia gara-gara labu siam.
SITUASI keamanan di kawasan Timur Tengah yang kian memanas mulai, berdampak pada sektor perjalanan ibadah umrah.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum mengebut pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur di ruas-ruas jalan nasional di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
KONFLIK di Timur Tengah menjadi perhatian bagi Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat (Jabar).
DIPREDIKSI sekitar 700 ribu wisatawan bakal masuk ke Kota Bandung saat libur Idulfitri 1447 hijriah mendatang.
BUKA lapangan kerja, Yayasan Indonesia Setara (YIS) Bersama UMKM Sahabat Sandi menggelar Workshop Baking Kue Kering Lebaran.
Klinik Utama Permata Hati menegaskan komitmennya dalam mendorong upaya pencegahan cacat bawaan melalui pendekatan edukatif, preventif, dan berbasis layanan klinis terintegrasi.
Arus kedatangan juga menunjukkan angka yang signifikan.
Program Motis Angkutan Lebaran 2026 telah dibuka pendaftarannya mulai Minggu, 1 Maret hingga 29 Maret 2026.
Solusi tersebut merupakan titik temu dari belum jelasnya penyelesaian persoalan Kebun Binatang Bandung
Layanan pengaduan ke akun media sosialnya baik Instagram maupin Tiktok akan ditampung dan ditindaklanjuti.
Kerusakan jalan yang paling parah terjadi di Desa Malausma hingga Cikijing, Kabupaten Majalengka.
KEPALA Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta, Syamsi Mufti, mengimbau, jemaah umrah untuk berhati-hati dan tetap menjaga kondusivitas.
Pembangunan sentra pangan merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan
DIREKTORAT Lalu Lintas Polda Jabar memberi kepastian bahwa beberapa ruas jalan tol dirancang untuk beroperasi secara fungsional selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
PEMERINTAH Kota Bandung masih menunggu regulasi pemerintah pusat tsoal pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Pergerakan tanah di wilayah itu berdampak terhadap 10 kepala keluarga. Saat ini, mayoritas penyintas mengungsi di rumah kerabat, bahkan ada yang menyewa atau mengontrak rumah.
Aksi balap liar tersebut dilakukan oleh puluhan pelajar di jalan raya Lingkar Timur Kabupaten Kuningan, Minggu (1/3) dini hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved