Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
CAHAYA lembut lampu ballroom Hotel Papandayan sore itu memantul di wajah para tamu yang duduk berjejer rapi. Di panggung utama, tulisan besar Warga Berdaya, Kota Berjaya terpampang jelas, menggambarkan semangat baru yang akan mewarnai arah pembangunan Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, berdiri tegak di podium. Suaranya tenang namun tegas, matanya menyapu ruangan yang dipenuhi para camat, lurah, kepala dinas dan perwakilan Ketua RW.
"Pemerintah tidak boleh hanya bicara dari balik meja. Kita harus turun langsung, menyapa warga dan mendengarkan apa yang mereka rasakan," ungkap Farhan membuka sambutan di Papandayan Hotel pada Rabu (29/10) malam.
Kalimat itu langsung disambut tepuk tangan panjang. Sebuah pernyataan yang bukan sekadar janji, melainkan awal dari gerakan baru, Program Akselerasi Kewilayahan (Prakarsa) Bandung Utama.
Bukan sekadar Sistem
Bagi Farhan, Prakarsa Bandung Utama bukan hanya soal sistem, dokumen atau peraturan. Ini tentang cara baru memimpin, memindahkan pusat pemerintahan dari gedung Balai Kota ke tengah-tengah warga.
"Siskamling Siaga Bencana Sudah berjalan di 28 Kelurahan, saya bertekad akan berkantor langsung di kelurahan minimal 2 jam selama kurang lebih 1.591 hari setara jumlah RW yang dimiliki Kota Bandung. Kalau wali kotanya saja bisa bekerja di lapangan, maka seluruh perangkat daerah juga harus berani hadir di wilayah,” tuturnya.
Dengan langkah ini, Farhan ingin memastikan setiap kebijakan lahir dari percakapan nyata, di gang sempit, di pos ronda, di aula RW, di mana warga hidup dan berbagi harapan.
Prakarsa Bandung Utama diatur dalam Peraturan Wali Kota Nomor 47 Tahun 2025, yang mengubah cara Bandung menata wilayahnya. Setiap program Prakarsa disusun berdasarkan data yang tersedia dalam LACI RW (Layanan Catatan Informasi Rukun Warga) sebuah platform digital yang memuat profil kewilayahan secara cepat, transparan, dan terintegrasi.
"Melalui LACI RW Pemkot Bandung dapat memetakan demografi, sosial-ekonomi, sarana prasarana, potensi, dan permasalahan di tiap RW, sehingga setiap keputusan pembangunan didasarkan pada data yang akurat dan mutakhir," jelas Farhan.
Prakarsa memiliki dua pilar utama:
• Pembangunan Sarana dan Prasarana: mencakup perbaikan lingkungan pemukiman dan revitalisasi infrastruktur dasar.
• Pemberdayaan Masyarakat: meliputi kesehatan, ekonomi produktif, pendidikan dan literasi, lingkungan hidup, sosial budaya, keamanan dan ketertiban, serta kesiapsiagaan bencana.
"Kini, setiap RW memiliki ruang untuk bermusyawarah melalui Rembug Warga forum sederhana yang justru melahirkan keputusan penting tentang pembangunan," sambungnya.
Melalui program tersebut, kata Farhan, pemkot menyiapkan anggaran sekitar Rp100 juta yang akan bertahap hingga sekitar Rp200 juta per RW per tahun, agar warga dapat langsung menentukan prioritas kebutuhan di lingkungannya.
“Tidak semua wilayah butuh hal yang sama. Ada RW yang perlu posyandu, ada yang butuh jalan lingkungan, ada juga yang butuh pelatihan usaha. Semua harus lahir dari warga,” paparnya.
Kerja Sama Lintas Perangkat Daerah
Dalam laporannya, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Bira Gumbira menjelaskan, Prakarsa Bandung Utama disusun melalui kerja lintas perangkat daerah. Bapperida, Inspektorat, BKD, hingga Bagian Hukum bekerja bahu-membahu selama berbulan-bulan.
“Program ini lahir dari kolaborasi nyata, bukan hanya jargon,” tandasnya.
Gumbira menjelaskan, dokumen teknis seperti naskah akademik, kamus usulan dan panduan pelaksanaan telah siap digunakan oleh seluruh kecamatan dan kelurahan.
"Harapan kami sederhana, agar warga merasa dekat dengan pemerintahnya, dan percaya bahwa suara mereka benar-benar berharga," sambungnya. (AN/E-4)
KEPADATAN arus kendaraan menuju kawasan wisata Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira) mendorong Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono turun langsung ke lapangan, Senin (23/3) sore.
Kegiatan ini menjadi bagian upaya perusahaan dalam mendukung pemulihan masyarakat setempat pasca bencana tanah longsor
TPA Sarimukti kembali beroperasi H+2 Lebaran. DLH Kota Bandung kerahkan 1.025 personel dan 134 armada untuk bersihkan 71 titik sampah di pusat kota & wisata.
Jalur utama Garut-Sumedang di Selaawi tertutup total akibat longsor tebing 20 meter. Tim gabungan kerahkan ekskavator untuk evakuasi. Cek selengkapnya.
KUNJUNGAN wisatawan ke kawasan pesisir pantai Palabuhanratu dan sekitarnya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meningkat cukup drastis selama libur Lebaran 2026/ Idulfitri 1447 Hijriah.
TIGA orang meninggal dunia usai hilang tenggelam di kawasan Pantai Alor Cilangkob Tenda Biru Desa Ujunggenteng Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi.
VOLUME kendaraan pada arus balik Lebaran 2026 di jalur arteri nasional wilayah Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami peningkatan signifikan pada Senin (23/3).
JNGR menjadikan Kecapi Suling sebagai pertunjukan utama, seni musik yang menjadi bagian penting dari perjalanan menginap para tamu.
Seiring dengan itu, penanganan sampah di sejumlah titik kini berangsur menuju kondisi normal.
Peningkatan volume kendaraan tak hanya dari arah Jakarta ke Puncak Bogor dan Cianjur. Tapi juga dari arah Cianjur menuju Puncak ataupun Jakarta.
Ketinggian air di Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 serta Perumahan Taman Duta mencapai 70-80 sentimeter hingga saat ini air belum surut.
Pengawasan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat (Jabar). Namun demikian, kebun binatang tetap harus ditutup
Kenaikan bahan pokok mulai terjadi pada cabai merah, telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi dan beras premium.
Akibat tawuran tersebut sebuah toko kelontong yang menjual bahan pangan dan kebutuhan pokok terbakar. Kebakaran diduga akibat tawuran antara warga yang terjadi di kawasan tersebut.
Pelaksanaan Salat Id lebih awal ini merujuk pada keputusan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026
SEORANG pemudik yang nekat berjalan kaki dari Bekasi menuju Surabaya ditemukan oleh personel kepolisian di wilayah Karawang setelah kehabisan biaya untuk melanjutkan perjalanan.
Konservasi tidak bisa hanya bicara satwa. Kalau masyarakat di sekitarnya tidak mendapatkan manfaat, maka konservasi akan selalu kalah,
SATUAN Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Garut menindak tegas sebuah unit ambulans yang kedapatan menyalahgunakan fungsinya di jalur mudik Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved