Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA hangat dan penuh energi mewarnai The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2025 hari kedua.
Mengusung semangat “A Culture Resonance”, rangkaian penampilan para musisi memperlihatkan betapa jazz mampu menjembatani generasi, budaya, dan gaya bermusik yang beragam.
Festival dimulai sejak siang dengan penampilan dari Monolomo dan Rattlesnake Brothers di Pasar Jazz, menghadirkan nuansa jazz progresif dan fusion yang menghidupkan awal hari.
Di TP Stage, sesi edukatif Masterclass bersama Barry Likumahuwa menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung yang ingin memahami lebih dalam dinamika permainan bass dalam jazz modern.
Menjelang sore, atmosfer festival semakin semarak dengan penampilan Restu VHT, Adifa & Tsaqib di Pasar Jazz, serta Velourettes & The Cats ft. Elgi Megliner yang mengisi panggung TP Stage dengan warna jazz-pop segar.
Sementara di Mirten Stage, Trio Bae yang digawangi Barry Likumahuwa, Andre Dinuth, dan Echa Soemantri tampil memukau dengan permainan instrumen yang intens dan energik, disusul penampilan Bilal Indrajaya yang membawa nuansa soul hangat ke dalam suasana sore Bandung di Ron88 Stage - Hurubatu Grill Garden.
Suasana hangat terpancar di Suagi Ballroom yang menjadi pusat perhatian lewat penampilan Modulus & Spirit dan Bandung Jazz Orchestra. Mereka mempersembahkan harmoni orkestra jazz yang megah dan elegan.
Malam hari diisi dengan deretan kolaborasi lintas generasi yang memikat: Yuyun George & Jazzmint Band ft. Baby Watthimea di TP Stage, dan penampilan memikat dari The Sisters (Imelda Rosalin, Arina Mocca, Dee Lestari) di Mirten Stage, serta Dwiki Dharmawan ft. Rimar, yang menghadirkan kemegahan musikal dengan komposisi bernuansa etnik dan eksperimental di Ron88 Stage.
Menjelang malam, pengunjung menikmati energi segar dari HIVI! dan Afgan di Suagi Ballroom, menghadirkan kombinasi pop dan jazz yang memikat penonton muda.
Tak kalah menarik, Brury Effendy Project di TP Stage dan Moka: Angklung Toel by Daramariza di Tropical Garden membawa sentuhan lokal yang kental dengan inovasi musik tradisi. Esensi jazz dibawakan apik oleh PFG & The Groove Syndicate di Mirten Stage.
Beberapa panggung menjadi tempat ledakan energi malam hari dengan penampilan DJ with Kol di Pasar Jazz, dan Iwa K di Ron88 Stage, yang menutup malam dengan lagu-lagu up-beat penuh semangat.
Sebagai tradisi, malam ditutup dengan TPJF Jam Session Band, mempertemukan berbagai musisi dari panggung berbeda dalam satu ruang improvisasi bebas, simbol dari semangat kolaborasi yang menjadi jiwa TPJF sejak awal berdirinya.
Wali kota menonton
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut menikmati penampilan musisi di hari kedua TPJF ini. “Saya menjadi penonton The Papandayan Jazz Fest sejak 2017. TPJF ini bukan sekadar festival musik, tetapi simbol harapan," tuturnya.
Jazz di Bandung, lanjut dia, punya ekosistem dan talenta yang layak bersaing di tingkat dunia. Seperti Joey Alexander dan Indra Lesmana, Bandung juga memiliki musisi kelas dunia seperti Dwiki Dharmawan.
"Saya bangga bahwa Pemerintah Kota Bandung tahun ini memberikan penghargaan langsung kepada para pelaku dan penggagas TPJF, karena keberhasilan membangun festival yang bertahan selama satu dekade adalah prestasi yang luar biasa dan layak dihargai,” tandasnya.
Hari kedua TPJF 2025 menutup akhir pekan dengan penuh warna —mempersatukan berbagai gaya, generasi, dan budaya dalam satu harmoni yang indah yang menggambarkan esensi sejati dari A Culture Resonance.
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved