Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, masif merazia minuman keras selama Ramadan 1446 Hijriah. Dari tiga kali giat razia selama Ramadan, secara akumulasi disita ribuan botol miras, termasuk roso-roso alias miras oplosan.
Bupati Cianjur Muhammad Wahyu Ferdian menegaskan, perlu ada penindakan nyata memberantas penyakit masyarakat (pekat). Terutama saat ini bersamaan momemtum Ramadan yang merupakan bulan suci.
"Kami butuh partisipasi masyarakat menginformasikan seandainya menemukan peredaran miras atau penyakit masyarakat lainnya. Semua informasi akan kami tindak lanjuti," tegasnya saat konferensi pers pengungkapan kasus peredaran miras di halaman Pendopo Cianjur, Kamis (7/3) malam.
Operasi cipta kondisi yang dilaksanakan petugas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur berhasil mengamankan sebanyak 660 botol miras berbagai merk ditambah miras oplosan. Penyitaan dilakukan di enam lokasi, yakni Kecamatan Sukaluyu, Mande, Ciranjang, Cikalongkulon, Pacet, serta Cipanas.
"Operasi penyakit masyarakat ini tak hanya dilakukan selama Ramadan, tapi terus berkelanjutan pada bulan-bulan lainnya," pungkasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo, menjelaskan operasi cipta kondisi merupakan kali ketiga dilaksanakan bersamaan momentum Ramadan. Operasi dilaksanakan atas instruksi Bupati Cianjur dengan tujuan menjaga kondusivitas wilayah.
"Pada kegiatan pertama di wilayah Kecamatan Cianjur kami mengamankan sebanyak 403 botol miras. Kemudian pada kegiatan kedua diamankan 167 botol dari Kecamatan Cilaku, Karangtengah, dan sekitarnya. Sekarang, dari enam kecamatan kami sita 660 botol," terang Djoko.
Sebanyak 660 botol miras itu berasal dari Kecamatan Sukaluyu sebanyak 85 botol serta 100 kantong roso, dari Kecamatan Mande didapat 65 botol dan 100 kantong roso-roso, dari Kecamatan Ciranjang 60 botol, Kecamatan Cikalongkulon 30 botol, Kecamatan Pacet 60 botol, dan dari Kecamatan Cipanas 330 botol.
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved