Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MUHAMMAD Farhan dan Erwin resmi ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung terpilih periode 2025-2030. Penetapan dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang digelar di Balai Kota Bandung, Kamis (9/1).
Rapat pleno yang dimulai pukul 09.30 WIB. Farhan-Erwin terlihat hadir langsung dalam rapat pleno terbuka ini dengan menggunakan pakaian khas mereka yang bertema Hansip. Mereka datang didampingi petinggi partai pengusung hingga relawan.
“Muhammad Farhan-Erwin nomor urut 3, jumlah perolehan suara 523.000 suara 44,64 persen ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wali Kota Bandung terpilih,” kata Ketua KPU Kota Bandung Khoirul Anam Gumilar Winata saat membacakan berita acara rapat pleno terbuka.
Dalam rapat pleno terbuka ini, Dandan Riza Wardana yang menjadi rival Farhan-Erwin di Pilkada serentak 2024 lalu juga terlihat hadir. Dandan duduk persis di samping Farhan dengan mengenakan kemeja batik. Sedangkan pasangan calon lainnya seperti Haru Suandharu-Dhani Wirianata dan Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma'soem tidak menghadiri rapat pleno ini.
Usai penetapan, Kang Farhan mengajak seluruh pihak berkolaborasi demi mewujudkan Kota Bandung yang lebih baik. Ia menegaskan kontestasi Pilwalkot Bandung 2024 sudah selesai. Maka dari itu ia meminta seluruh pihak kembali bergandengan tangan menjadikan Kota Bandung yang kini dicap sebagai kota autopilot.
“Kontestasi sudah selesai. Saatnya kita kemudian bergandengan tangan mengembalikan Kota Bandung yang dianggap sebagai autopilot. Siapa yang tidak sakit hati ketika Bandung disebut kota autopilot,” papar Kang Farhan.
Kang Farhan pun berjanji akan segera merealisasikan visi Bandung Utama yang merupakan janji kampanyenya. “Inilah sebuah visi yang kami tawarkan saat kampanye dan visi tersebut menjadi visi Kota Bandung saat ini,” tutur Kang Farhan.
Lebih lanjut, Farhan dan Erwin pun menyatakan siap menjadi ayah bagi seluruh warga Kota Bandung agar menjadi unggul di segala aspek. “Kami akan merawat Kota Bandung seperti merawat anak anak kami. Kami akan 'bebeakan' supaya anak kita tumbuh menajdi anak yang sholeh baik dan Sejahtera,” sambung Kang Farhan.
Profil Muhammad Farhan-Erwin
Muhammad Farhan Lahir di Bogor, 25 Februari 1970. Dia dikenal publik sebagai host acara televisi dan penyiar radio. Farhan tercatat merupakan alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) lulusan tahun 1995. Ia lahir dari pasangan Yazid Hamzah dan Nani Rubiyani dan Farhan menghabiskan masa kecilnya di Bandung.
Pada tahun 1982, ia menyelesaikan sekolah dasar di Bina Budaya, Bandung. Pendidikan menengah ditempuhnya di SMP Negeri 3 Bandung hingga lulus tahun 1985. Selanjutnya, ia ber-SMA di SMA Negeri 3 Bandung dan lulus pada 1988. Pendidikan tinggi ia selesaikan di Jurusan Ekonomi, Unpad 1995. Pada tahun 2011, dia sempat mengikuti "Fellowship Unity in Diversity" di MIT Sloan School of Management dan Fellowship YCAB di Sekolah Bisnis Universitas Harvard.
Kiprahnya sebagai penyiar radio dikerjakannya sejak lama. Selepas kuliah, dia menjadi penyiar di Hard Rock FM, sebelum akhirnya dia semakin tersohor sebagai host di televisi, di antaranya program Nite Show di Metro TV. Farhan juga aktif berperan dalam sejumlah film, di antaranya film Jakarta Undercover dan berperan sebagai operator berita. Farhan merambah ke dunia olahraga dan sempat menduduki jabatan di klub Persib Bandung.
Kemudian dia memutuskan untuk terjun ke dunia politik lewat Pemilihan Anggota Legislatif 2019. Dia mencalonkan diri dari Partai Nasdem dan berhasil melenggang ke DPR RI. Dalam dunia politik, Farhan melenggang ke Senayan setelah terpilih sebagai anggota DPR RI dalam Pileg 2019. Dia maju mewakili Dapil Jabar I (Kota Bandung-Kota Cimahi), Farhan mengantongi sebanyak 52.033 suara. Pada Pileg 2024, Farhan kembali maju di pemilihan umum. Namun, dia gagal melenggang ke DPR hingga kemudian ditugaskan Partai NasDem untuk maju di Pilwalkot Bandung.
Erwin merupakan elite PKB Kota Bandung. Dia menjabat sebagai Ketua DPC sejak 2010. Di bawah kepemimpinan Erwin, PKB berhasil meraih kursi DPRD dari berjumlah 0 menjadi 5 kursi, menurut hasil Pileg 2024. Erwin adalah lulusan Universitas Pasundan (Unpas) tahun 1999 dan menyelesaikan program magister di Uninus pada 2023. Erwin juga merupakan anggota DPRD Kota Bandung periode 2019-2024. Sempat nyaleg kembali pada 2024, namun pria asli Bandung kelahiran 18 Mei 1972 ini gagal. (Z-9)
Kota Baru Parahyangan dinilai berkomitmen dalam membangun kota mandiri, madani dan alami yang berkualitas serta berkelanjutan.
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Bentuk keseriusannya dilakukan Wali Kota Sukaumi Ayep Zaki dengan mendatangi Kementerian Perhubungan.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Workshop secara khusus membahas penyusunan dan peninjauan RPS yang berbasis dampak (impact-based curriculum) dalam kerangka kurikulum adaptif Telkom University.
Upaya menuju swasembada energi Indonesia masih jauh dari ideal.
Selain terus mendorong kemajuan di Bandung dan sekitarnya, kami juga harus mendukung kawasan industri Rebana yang dikembangkan pemerintah
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved