Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KELALAIAN warga membuang puntung rokok sembarangan diduga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Sarirahayu, Desa, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Kebakaran itu berhasil dipadamkan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani mengatakan, musim kemarau panjang yang terjadi selama ini menyebabkan lahan dan hutan telah mengalami kebakaran utamanya yang telah kering seperti di Dusun Sarirahayu.
"Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama ini memang ada dugaan disengaja, mengingat di kawasan yang terbakar ada pembukaan lahan baru untuk pertanian. Kebakaran hutan dan lahan ini tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi hutan yang terbakar yakni pohon jati dan untuk lahan milik Eha, Usman, Emon dan Lazim," katanya, Jumat (18/10).
Ani mengatakan, untuk mencegah perambatan karhutla yang terjadi selama musim kemarau panjang, pihaknya tetap memadamkan api yang membakar alang-alang, ranting supaya tidak merembet ke lokasi lain.
Selain itu, kebakaran yang terjadi langsung dititindaklanjuti petugas damkar dan berhasil dipadamkan dengan menurunkan satu unit truk damkar menuju lokasi kejadian.
"Penyebab kebakaran yang terjadi di Dusun Sarirahayu itu, karena banyak lahan ditumbuhi alang-alang dan daun mengalami kekeringan, mudah terbakar termasuk adanya pembukaan lahan baru untuk pertanian. Hutan jati yang terdampak seluas 0,28 hektare dan lahan milik warga di RT 26, RW 10, RT 28, RW 13 berhasil dipadamkan," ujarnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang dekat dengan lahan maupun hutan di Dusun Sarirahayu agar jangan sampai menimbulkan pemicu kebakaran terutama tak membuang puntung rokok sembarangan di sekitar hutan. Kebakaran yang terjadi pada musim kemarau panjang memang berbahaya, karena akan merembet ke lahan lainnya atau ke permukiman.
"Pada musim kemarau yang terjadi sekarang kami meminta masyarakat jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena dapat memicu terjadinya kebakaran. Apalagi, selama ini alang-alang dan ranting di kawasan lahan dapat memicu terjadinya kebakaran tapi dan berharap agar masyarakat tetap mengawasi supaya kebakaran tidak kembali terjadi," paparnya. (AD/J-3)
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved