Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat (Jabar) terus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui program bank sampah.
Program ini kini telah tersebar di berbagai wilayah di Kota Bandung yang siap melayani warga. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi, Sabtu (28/9) mengatakan, program bank sampah ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi timbunan sampah. Tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga yang menjadi nasabah.
Bagi warga yang tertarik untuk menjadi nasabah, Pemkot Bandung menyediakan akses informasi melalui bit.ly/BankSampahKotaBandung-Okt23, yang memungkinkan warga menemukan lokasi bank sampah di sekitar mereka dengan mudah.
Baca juga : 45% Air Tanah di Jakarta Terkontaminasi Bakteri Berbahaya
"Bank sampah merupakan langkah strategis dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Dan menjadi solusi efektif untuk mengurangi jumlah sampah di Kota Bandung. Kami berharap, semakin banyak warga yang bergabung demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat," jelas Dudy.
Menurut Dudy, warga yang bergabung dalam program ini dapat menukarkan sampah non-organik seperti plastik, kertas dan logam, dengan poin yang bisa ditukarkan dengan kebutuhan rumah tangga.
"Selain itu, program ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan daur ulang," tutur Dudy.
Dudy menambahkan, dengan adanya program ini, Pemkot Bandung berharap semakin banyak warga yang berpartisipasi dalam mengurangi volume sampah sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Yuni, salah satu anggota bank sampah yang ada di Kelurahan Cisaranten, mengungkapkan banyak manfaat yang dirasakannya, sejak menjadi nasabah. Dengan ikut Bank Sampah, dirinya merasa lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah rumah tangga. "Selain membantu lingkungan, saya juga mendapatkan manfaat ekonomi," ungkap Yuni. (AN/J-3)
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved