Minggu 08 Agustus 2021, 10:17 WIB

Sumpah Pemimpin Hizbullah untuk Balas Proporsional tiap Serangan Israel

Mediaindonesia.com | Internasional
Sumpah Pemimpin Hizbullah untuk Balas Proporsional tiap Serangan Israel

AFP/Pers Iran.
Hassan Nasrallah.

 

PEMIMPIN gerakan Hizbullah Libanon yang kuat, Hassan Nasrallah, Sabtu (7/8), berjanji akan memberikan tanggapan yang sesuai dan proporsional"terhadap setiap serangan udara Israel di Libanon. Ini disampaikannya setelah gejolak di perbatasan pada minggu ini.

Israel melakukan serangan udara pertamanya di tanah Libanon dalam beberapa tahun pada Kamis (5/8). Sontak itu mendorong Hizbullah untuk menembakkan roket kembali ke negara Yahudi itu pada hari berikutnya.

"Tanggapan kami terkait dengan serangan Israel yang terjadi di Libanon selatan untuk pertama kali dalam 15 tahun," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi menjelang peringatan berakhirnya perang terakhir dengan Israel pada 2006.

"Kami ingin memberi tahu musuh bahwa setiap serangan udara oleh angkatan udara Israel di Libanon pasti akan mendapat tanggapan, meskipun dengan cara yang sesuai dan proporsional, karena kami ingin melayani tujuan melindungi negara kami," tambahnya. 

Baca juga: Serangan Roket Hizbullah ke Israel sebagai Balasan

Nasrallah menggambarkan serangan udara dalam minggu ini sebagai perkembangan yang sangat berbahaya. Akan tetapi ia mengatakan Hizbullah tidak menginginkan perang.

"Kami tidak mencari perang dan kami tidak ingin menuju perang, tetapi kami siap untuk itu jika perlu," katanya. Ucapan itu menggemakan komentar serupa oleh negara Yahudi minggu ini.

Sebelum Kamis, serangan udara terakhir Israel di Libanon terjadi pada 2014, ketika pesawat tempur menyerang wilayah dekat perbatasan Suriah.

Baca juga: Iran Sebut Berita Barat, Israel, Saudi Tergolong Perang Psikologis

Tembakan roket Hizbullah ke posisi Israel pada Jumat (6/8) pagi memicu serangan balasan dari Israel. Ini mendorong penjaga perdamaian PBB untuk memperingatkan situasi yang sangat berbahaya.

Namun negara Yahudi itu kemudian mengatakan, "Tidak ingin meningkat menjadi perang penuh." Amerika Serikat pada Jumat mendesak pemerintah Libanon untuk mencegah Hizbullah menembakkan roket ke Israel.

Konflik 33 hari pada musim panas 2006 menewaskan 1.200 orang di Libanon, sebagian besar warga sipil. Di pihak Israel terdapat 160 orang tewas, sebagian besar tentara.

Baca juga: Temui Presiden Iran, Hamas Sampaikan Perkembangan Terkini Palestina

Gencatan senjata yang didukung PBB pada 14 Agustus 2006 mengakhiri konflik itu. Tentara Libanon ditempatkan di sepanjang daerah perbatasan.

Hizbullah merupakan satu-satunya pihak yang tidak melucuti senjata setelah perang saudara Libanon 1975-1990.
Kelompok ini telah lama menjadi sasaran sanksi AS dan masuk daftar hitam sebagai organisasi teroris. Meski demikan, kelompok Syiah ini juga merupakan pemain politik yang kuat dengan sejumlah kursi di parlemen Libanon. (AFP/OL-14)

Baca Juga

officesnapshots.com

Roche Kembangkan Alat Tes untuk Deteksi Cacar Monyet

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:05 WIB
Ada lebih dari 200 kasus suspek atau terkonfirmasi cacar monyet di Eropa dan Amerika Utara, demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia...
AFP/Robert CHIARITO

Dua Tahun Tragedi Floyd, Biden Reformasi Kepolisian

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 26 Mei 2022, 13:42 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani perintah eksekutif yang dia janjikan akan mengantarkan reformasi polisi paling...
AFP/Olga Maltseva.

Ukraina Berikan Pesan Mundur dari Mauripol untuk Menang

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 13:16 WIB
Pesan simbolik yang muncul dari kekalahan Ukraina di Mauripol bukan wajah para pejuang garnisun Mariupol yang putus asa dan lelah karena...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya