Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN gerakan Hizbullah Libanon yang kuat, Hassan Nasrallah, Sabtu (7/8), berjanji akan memberikan tanggapan yang sesuai dan proporsional"terhadap setiap serangan udara Israel di Libanon. Ini disampaikannya setelah gejolak di perbatasan pada minggu ini.
Israel melakukan serangan udara pertamanya di tanah Libanon dalam beberapa tahun pada Kamis (5/8). Sontak itu mendorong Hizbullah untuk menembakkan roket kembali ke negara Yahudi itu pada hari berikutnya.
"Tanggapan kami terkait dengan serangan Israel yang terjadi di Libanon selatan untuk pertama kali dalam 15 tahun," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi menjelang peringatan berakhirnya perang terakhir dengan Israel pada 2006.
"Kami ingin memberi tahu musuh bahwa setiap serangan udara oleh angkatan udara Israel di Libanon pasti akan mendapat tanggapan, meskipun dengan cara yang sesuai dan proporsional, karena kami ingin melayani tujuan melindungi negara kami," tambahnya.
Baca juga: Serangan Roket Hizbullah ke Israel sebagai Balasan
Nasrallah menggambarkan serangan udara dalam minggu ini sebagai perkembangan yang sangat berbahaya. Akan tetapi ia mengatakan Hizbullah tidak menginginkan perang.
"Kami tidak mencari perang dan kami tidak ingin menuju perang, tetapi kami siap untuk itu jika perlu," katanya. Ucapan itu menggemakan komentar serupa oleh negara Yahudi minggu ini.
Sebelum Kamis, serangan udara terakhir Israel di Libanon terjadi pada 2014, ketika pesawat tempur menyerang wilayah dekat perbatasan Suriah.
Baca juga: Iran Sebut Berita Barat, Israel, Saudi Tergolong Perang Psikologis
Tembakan roket Hizbullah ke posisi Israel pada Jumat (6/8) pagi memicu serangan balasan dari Israel. Ini mendorong penjaga perdamaian PBB untuk memperingatkan situasi yang sangat berbahaya.
Namun negara Yahudi itu kemudian mengatakan, "Tidak ingin meningkat menjadi perang penuh." Amerika Serikat pada Jumat mendesak pemerintah Libanon untuk mencegah Hizbullah menembakkan roket ke Israel.
Konflik 33 hari pada musim panas 2006 menewaskan 1.200 orang di Libanon, sebagian besar warga sipil. Di pihak Israel terdapat 160 orang tewas, sebagian besar tentara.
Baca juga: Temui Presiden Iran, Hamas Sampaikan Perkembangan Terkini Palestina
Gencatan senjata yang didukung PBB pada 14 Agustus 2006 mengakhiri konflik itu. Tentara Libanon ditempatkan di sepanjang daerah perbatasan.
Hizbullah merupakan satu-satunya pihak yang tidak melucuti senjata setelah perang saudara Libanon 1975-1990.
Kelompok ini telah lama menjadi sasaran sanksi AS dan masuk daftar hitam sebagai organisasi teroris. Meski demikan, kelompok Syiah ini juga merupakan pemain politik yang kuat dengan sejumlah kursi di parlemen Libanon. (AFP/OL-14)
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PEMERINTAHAN AS meminta negara-negara yang menginginkan tempat tetap di Dewan Perdamaian Gaza untuk menyumbang setidaknya US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa ia diberi tahu bahwa pembunuhan para demonstran di Iran telah dihentikan.
AMERIKA Serikat menetapkan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Libanon, dan Yordania sebagai kelompok teroris. Maklum, organisasi itu sudah lama menjadi musuh Israel.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
Presiden Libanon Joseph Aoun menegaskan komitmen pemerintah untuk mengutamakan perdamaian sekaligus menata ulang keamanan domestik.
Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Libanon selatan kurang dari sehari setelah pembicaraan langsung pertama.
Pertemuan yang berlangsung di markas UNIFIL menjadi babak baru dari mekanisme pemantauan gencatan senjata setahun terakhir di tengah perang Israel-Hizbullah.
PAUS Leo XIV menyerukan diakhiri perang antara Israel dan Hizbullah di Libanon, kemarin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved