Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Israel Dihantam Roket, Delapan Orang Terluka

Ferdian Ananda Majni
17/3/2026 12:59
Israel Dihantam Roket, Delapan Orang Terluka
Ilustrasi.(AFP)

SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran

Pada Senin (16/3) malam, satu roket dilaporkan menghantam bangunan tempat tinggal di kota Nahariya di Israel utara, demikian menurut otoritas setempat. 

Kepolisian Israel menyebut sebuah bangunan di wilayah Asher mengalami kerusakan, sementara pemerintah kota meminta warga menjauhi area tertentu setelah laporan dampak langsung.

Organisasi relawan medis United Hatzalah melaporkan adanya beberapa serangan langsung dan jatuhnya pecahan proyektil di kawasan dekat perbatasan Libanon. Otoritas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel menyatakan sejumlah bangunan rusak dan petugas dikerahkan untuk memadamkan api serta mengevakuasi warga yang terjebak.

Insiden di Nahariya terjadi di antara dua bangunan dan memicu kebakaran besar, kata paramedis Magen David Adom (MDA). Tiga perempuan yang terluka berhasil keluar dari gedung dengan kondisi ringan, sementara pencarian dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain. Otoritas Pemadam Kebakaran Israel (IFRA) juga menyebut tangki gas di lokasi rusak akibat ledakan.

Seorang korban dilaporkan mengalami luka sedang. MDA menambahkan paramedis merawat pria berusia sekitar 40 tahun dengan cedera kepala sebelum membawanya ke rumah sakit. Enam orang lainnya—empat dewasa dan dua anak—dirawat akibat menghirup asap dan juga dievakuasi.

Media Israel melaporkan pihak berwenang tengah menyelidiki kemungkinan kegagalan sistem pertahanan udara Iron Dome dalam mencegat proyektil tersebut. 

Kepala Komando Pertahanan Dalam Negeri Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Mayjen Shay Klepper, turut meninjau lokasi.

Sirene dan gelombang rudal lanjutan

Pada malam yang sama, sirene serangan udara berbunyi di Israel tengah dan wilayah Samaria setelah dua gelombang peluncuran rudal Iran. MDA menyatakan tidak ada laporan korban maupun serpihan jatuh dalam insiden tersebut. Sirene juga terdengar di wilayah Galilea Panhandle.

Sebelumnya pada siang hari, beberapa lokasi dampak dilaporkan di Israel tengah akibat gelombang rudal Iran. Pecahan proyektil dilaporkan jatuh di sekitar Yerusalem dan kota Beit Shemesh sekitar pukul 15.00 waktu setempat, menurut United Hatzalah. MDA saat itu menyatakan belum menerima laporan korban jiwa.

IFRA menyebut petugas pemadam menuju sejumlah lokasi di Yerusalem karena laporan beberapa orang terluka, dan laporan awal tentang kerusakan di area terbuka, sebuah bangunan tempat tinggal, dan sebuah kendaraan. Polisi Israel juga merespons laporan jatuhnya pecahan di ibu kota.

United Hatzalah membagikan gambar pecahan proyektil di dekat Beit Shemesh, termasuk satu yang tampak merusak kendaraan terparkir. 

MDA kemudian melaporkan seorang warga di Yerusalem mengalami luka bakar ringan di tangan setelah menyentuh pecahan tersebut dan dievakuasi ke Pusat Medis Universitas Hadassah Gunung Scopus.

IFRA juga melaporkan kerusakan serius pada setidaknya satu atap bangunan di Yerusalem timur akibat puing-puing yang berjatuhan.

Menurut penyiar publik KAN News, pecahan proyektil juga jatuh di dekat Knesset pada Senin sore. Polisi yang dikutip media tersebut menyebut pecahan lain jatuh di kompleks Masjid al-Aqsa di Kota Tua.

Di kota Safed, sebuah rudal pencegat jatuh dan sempat menimbulkan kekhawatiran kebocoran bahan berbahaya. Polisi kemudian menyatakan tidak ada risiko kimia. 

Otoritas Pemadam Kebakaran menyebut kerusakan terjadi di 10 lokasi akibat pecahan rudal atau amunisi tandan yang dicegat, tujuh di antaranya di Rishon LeZion serta di Lod dan Shoham.

Tim penyelamat melakukan pencarian di gedung-gedung di Shoham dan Rishon LeZion. 

"Pada akhirnya, kekhawatiran tentang orang-orang yang terjebak di lokasi tersebut telah dikesampingkan," kata juru bicara Distrik Pusat, Amit Malul Rozenblat.

Komite Pertahanan Dalam Negeri Shoham menyatakan pecahan rudal jatuh di halaman rumah warga dan menyebabkan kerusakan properti. 

"Pasukan darurat berada di lokasi untuk menangani kejadian tersebut. Warga diminta untuk tetap berada di dalam rumah agar tidak menghambat pasukan keamanan dan penyelamat. Kami akan memberikan informasi terbaru sesegera mungkin," kata panitia tersebut. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya