Kamis 05 Agustus 2021, 20:34 WIB

Iran Sebut Berita Barat, Israel, Saudi Tergolong Perang Psikologis

Mediaindonesia.com | Internasional
Iran Sebut Berita Barat, Israel, Saudi Tergolong Perang Psikologis

AFP/Karim Sahib.
Kapal tanker Mercer Street.

 

JURU bicara Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Iran Abolfazl Shekarchi telah mengkritik berita dari Barat, Israel, dan Arab Saudi yang mengklaim Iran bertanggung jawab atas serangan maritim di kawasan Teluk Persia. Ia menganggapnya sebagai bentuk perang psikologis.

Pada Rabu (4/8), Shekarchi mengecam media karena menuduh Iran berada di balik potensi pembajakan dari Asphalt Princess di Teluk Oman pada Selasa serta serangan baru-baru ini lain terhadap kapal tanker minyak yang dioperasikan Israel. 

"Laporan saling bertentangan yang diterbitkan oleh beberapa media Barat, Zionis, dan Saudi mengenai ketidakamanan maritim, pembajakan kapal, dan lain-lain di perairan regional merupakan semacam perang psikologis dan dilakukan untuk mempersiapkan landasan bagi petualangan baru," kata sang jenderal sebagaimana dikutip dari RT.com, jaringan berita yang dikontrol Rusia.

Shekarchi menambahkan bahwa militer negara itu memiliki intelijen atas langkah mencurigakan dan siap untuk bertindak. Jenderal itu bahkan mengatakan bahwa Iran bersedia memberikan bantuan kepada kapal asing yang melewati kawasan itu, jika diperlukan.

Baca juga: NATO Kutuk Serangan terhadap Kapal Tanker Israel dan Peringatkan Iran

Komentar tersebut menanggapi banyak laporan yang menyalahkan insiden tersebut kepada Iran. Surat kabar The Times, yang merujuk pada sumber-sumber pemerintah Inggris, melaporkan bahwa kapal itu dibajak oleh skuad yang terdiri dari delapan atau sembilan penyerang. Pejabat Inggris berdasarkan asumsi bahwa Teheran berada di balik tindakan tersebut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price, sementara itu, mengakui bahwa ada pola permusuhan yang sangat mengganggu dari Iran tetapi mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memberikan penilaian mengenai serangan terhadap Asphalt Princess.

Pada Selasa, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran tentang harga yang akan dibayarkan bila campur tangan dalam urusan Tel-Aviv, setelah Iran konon menyerang kapal tanker minyak yang dioperasikan Israel minggu lalu. Bahkan ia mengancam bahwa Israel mampu bertindak sendiri terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, mengutuk serangkaian serangan maritim terbaru dan menegaskan, "Di seluruh kawasan, Iran terus berani." Ia menambahkan bahwa Teheran menimbulkan ancaman untuk pengiriman di Teluk Arab.

Republik Islam telah membantah terlibat dalam serangkaian serangan terbaru. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengecam spekulasi bahwa Teheran bertanggung jawab atas pembajakan Asphalt Princess sebagai sangat mencurigakan.

Baca juga: Iran Diduga Berada di Balik Serangan Kapal Tanker Israel

Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan pada Selasa bahwa ada kapal yang tidak disebutkan namanya, yang kemudian diidentifikasi sebagai kapal tanker berbendera Panama, Asphalt Princess, dibajak oleh sekelompok pria bersenjata di lepas pantai UEA di Teluk Oman, yang terhubung ke Teluk Persia.

Menurut situs pelacakan kapal MarineTraffic.com, kapal itu mengubah arah dan mulai menuju perairan Iran pada Rabu pagi, tetapi kemudian berhenti dan mengubah arah kembali menuju Oman. (OL-14)

Baca Juga

AFP/Jaafar Ashtiyeh.

Kembali Warga Palestina Tewas Ditembak Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 13:45 WIB
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya akan mengomentari insiden tersebut pada Minggu...
AFP/Kena Betancur.

Indonesia Tolak Tuduhan Vanuatu di PBB soal Pelanggaran HAM Papua

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 26 September 2021, 12:05 WIB
Perdana Menteri Vanuatu Bob Loughman Weibur menyinggung masalah pelanggaran hak asasi manusia di dunia yang masih terjadi secara luas dalam...
Aamir QURESHI / AFP

PM Pakistan Serukan Kerja Sama dengan Taliban, PM India Bereaksi

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 26 September 2021, 10:09 WIB
Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan menuduh pemerintah India melakukan teror terhadap umat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya