Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU bicara Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Iran Abolfazl Shekarchi telah mengkritik berita dari Barat, Israel, dan Arab Saudi yang mengklaim Iran bertanggung jawab atas serangan maritim di kawasan Teluk Persia. Ia menganggapnya sebagai bentuk perang psikologis.
Pada Rabu (4/8), Shekarchi mengecam media karena menuduh Iran berada di balik potensi pembajakan dari Asphalt Princess di Teluk Oman pada Selasa serta serangan baru-baru ini lain terhadap kapal tanker minyak yang dioperasikan Israel.
"Laporan saling bertentangan yang diterbitkan oleh beberapa media Barat, Zionis, dan Saudi mengenai ketidakamanan maritim, pembajakan kapal, dan lain-lain di perairan regional merupakan semacam perang psikologis dan dilakukan untuk mempersiapkan landasan bagi petualangan baru," kata sang jenderal sebagaimana dikutip dari RT.com, jaringan berita yang dikontrol Rusia.
Shekarchi menambahkan bahwa militer negara itu memiliki intelijen atas langkah mencurigakan dan siap untuk bertindak. Jenderal itu bahkan mengatakan bahwa Iran bersedia memberikan bantuan kepada kapal asing yang melewati kawasan itu, jika diperlukan.
Baca juga: NATO Kutuk Serangan terhadap Kapal Tanker Israel dan Peringatkan Iran
Komentar tersebut menanggapi banyak laporan yang menyalahkan insiden tersebut kepada Iran. Surat kabar The Times, yang merujuk pada sumber-sumber pemerintah Inggris, melaporkan bahwa kapal itu dibajak oleh skuad yang terdiri dari delapan atau sembilan penyerang. Pejabat Inggris berdasarkan asumsi bahwa Teheran berada di balik tindakan tersebut.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price, sementara itu, mengakui bahwa ada pola permusuhan yang sangat mengganggu dari Iran tetapi mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memberikan penilaian mengenai serangan terhadap Asphalt Princess.
Pada Selasa, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran tentang harga yang akan dibayarkan bila campur tangan dalam urusan Tel-Aviv, setelah Iran konon menyerang kapal tanker minyak yang dioperasikan Israel minggu lalu. Bahkan ia mengancam bahwa Israel mampu bertindak sendiri terhadap Iran.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, mengutuk serangkaian serangan maritim terbaru dan menegaskan, "Di seluruh kawasan, Iran terus berani." Ia menambahkan bahwa Teheran menimbulkan ancaman untuk pengiriman di Teluk Arab.
Republik Islam telah membantah terlibat dalam serangkaian serangan terbaru. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengecam spekulasi bahwa Teheran bertanggung jawab atas pembajakan Asphalt Princess sebagai sangat mencurigakan.
Baca juga: Iran Diduga Berada di Balik Serangan Kapal Tanker Israel
Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan pada Selasa bahwa ada kapal yang tidak disebutkan namanya, yang kemudian diidentifikasi sebagai kapal tanker berbendera Panama, Asphalt Princess, dibajak oleh sekelompok pria bersenjata di lepas pantai UEA di Teluk Oman, yang terhubung ke Teluk Persia.
Menurut situs pelacakan kapal MarineTraffic.com, kapal itu mengubah arah dan mulai menuju perairan Iran pada Rabu pagi, tetapi kemudian berhenti dan mengubah arah kembali menuju Oman. (OL-14)
MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan kesiapan penuh militer AS menghadapi Iran, di tengah meningkatnya ketegangan.
IRAN memperkuat kemampuan militernya dengan mengintegrasikan 1.000 drone tempur baru ke dalam angkatan bersenjata, di tengah meningkatnya ketegangan dan ancaman serangan AS.
Donald Trump mendesak Teheran segera berunding untuk mencapai kesepakatan baru terkait senjata nuklir atau bersiap menghadapi serangan dari AS.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
PRESIDEN AS Donald Trump tengah mempertimbangkan semua opsi terkait situasi dengan Iran, termasuk melancarkan serangan kuat dan menentukan. CNN melaporkan itu pada Rabu (28/1).
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Donald Trump mendesak Teheran segera berunding untuk mencapai kesepakatan baru terkait senjata nuklir atau bersiap menghadapi serangan dari AS.
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
Ustaz Zakaria menekankan bahwa aturan di Tanah Haram bukan untuk membatasi jemaah, melainkan menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah.
Mengenal budaya 'Hafawah' Arab Saudi. Mengapa melayani tamu adalah seni dari hati bagi masyarakatnya?
Presiden Donald Trump membentuk Board of Peace untuk perdamaian Gaza. Indonesia, Saudi, hingga Turki resmi bergabung, sementara Putin masih mempertimbangkan.
Menhaj menjelaskan alasan petugas haji 2026 dilatih semi-militer. Fokus pada disiplin, kesiapan fisik-mental, dan tantangan medan di Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved