Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA Ramadan, pola makan dan aktivitas harian tentunya mengalami perubahan. Karena itu, penting bagi setiap orang yang berpuasa untuk menerapkan gaya hidup yang mendukung kesehatan.
Pakar Gizi IPB University Prof Hardinsyah memberikan lima tips agar tubuh tetap prima penuh manfaat selama bulan puasa.
1. Pilihan Makanan saat Sahur
Prof Hardin menjelaskan, pilihan jenis dan jumlah makanan serta minuman saat sahur bergantung pada ukuran dan kondisi tubuh, tingkat aktivitas, serta tujuan berpuasa yang ingin dicapai.

MI/HO--Pakar Gizi IPB University Prof Hardinsyah
"Untuk remaja dan orang dewasa (bukan ibu hamil, ibu menyusui, dan tidak ada gangguan kesehatan serius), secara umum konsumsi yang dianjurkan saat sahur adalah 0.5-1 porsi makanan pokok, 1-2 lauk pauk, 1 porsi sayur, 1 porsi buah dan 2-3 gelas minuman, terutama air putih," jelasnya.
Bagi orang dewasa dan remaja dengan tubuh besar dan berotot, disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan pokok yang kaya serat serta lauk pauk rendah lemak agar tetap bertenaga selama berpuasa.
Ia juga menekankan prinsip berhenti sebelum kenyang. Setiap orang dapat menyesuaikan porsi makan yang tepat untuk dirinya sesuai prinsip ini.
2. Makanan yang Sebaiknya Dihindari
Prof Hardinsyah mengatakan makanan yang perlu dibatasi pada saat sahur dan berbuka adalah makanan yang terlalu kering, terlalu berminyak/berlemak, dan makanan yang belum pernah dikonsumsi yang potensi membuat perut tidak nyaman
Selain itu, makanan dengan citarasa ekstrem, seperti makanan yang terlalu pedas, terlalu asin, terlalu asam, dan terlalu manis sebaiknya juga dihindari.
3. Pola Pembagian Minum Air
Untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa, ia menyarankan untuk mengonsumsi sekitar 6–8 gelas air setiap hari dalam waktu yang diizinkan.
"Pola pembagian yang dianjurkan adalah 1–2 gelas saat berbuka, 1–2 gelas saat makan malam, 1–2 gelas sebelum tidur, serta 2–3 gelas saat sahur dan akhir sahur," tutur Prof Hardin.
Bagaimana dengan teh dan kopi? Meski tidak secara langsung menyebabkan dehidrasi, pada beberapa orang yang lebih sensitif terhadap kafein, mengonsumsi kopi, cokelat, atau teh kental dapat memicu sering buang air kecil (BAK).
"Jika Anda termasuk yang sensitif terhadap kafein, sebaiknya batasi atau hindari minuman tersebut. Namun, jika sudah menjadi kebiasaan, Anda bisa mengurangi efeknya dengan mengurangi jumlah yang dikonsumsi atau mengencerkan teh atau kopi yang dikonsumsi," ungkapnya.
4. Waktu Tepat untuk Olahraga
Prof Hardin menegaskan bahwa olahraga tetap aman bagi remaja dan orang dewasa yang sehat saat berpuasa.
Ia menuturkan, waktu terbaik untuk berolahraga adalah di pagi hari, karena udara masih segar, kadar oksigen tinggi, serta terdapat paparan sinar ultraviolet B yang bermanfaat.
"Selain itu, suasana pagi yang sejuk juga membantu merilekskan pikiran dan mata. Meskipun olahraga juga bisa dilakukan menjelang berbuka atau di malam hari selama bulan puasa, manfaat yang diperoleh tidak seoptimal jika dilakukan di pagi hari, dan bakal mengganggu waktu ibadah," ucapnya.
5. Jaga Kualitas Tidur
"Tidur pulas itu penting," sebut Prof Hardin.
Pada umumnya, tubuh membutuhkan waktu tidur 7 jam sehari, kecuali anak dan lansia.
Bagi yang berpuasa, diupayakan tidur 4-6 jam di malam hari. Untuk melengkapinya, perlu tidur siang sejenak 20-40 menit yang setara manfaatnya dengan 1-2 jam tidur di malam hari.
"Agar tidur pulas di bulan puasa, belajarlah dari pengalaman masing-masing, apa saja faktor pengganggu tidur yang perlu diatasi dan faktor pulas tidur yang perlu diwujudkan," tambahnya. (Z-1)
Dalam semangat kepedulian di bulan suci Ramadan, Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) menggelar kegiatan sosial bertajuk Berbagi Tanpa Batas.
Syekh Abdul Muhyi merupakan ulama penyebar Islam di kawasan Pamijahan Tasikmalaya, Jawa Barat, dan sekitarnya.
Ramadan adalah momentum terbaik untuk menyatukan kembali energi kebaikan lintas angkatan.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen Bank Indonesia untuk hadir di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 H.
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved