Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJALANKAN ibadah puasa di tengah cuaca yang tidak menentu memerlukan kesiapan fisik ekstra. Dokter umum lulusan Universitas Indonesia, dr. Irwan Heriyanto, menyarankan masyarakat untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Menurut Irwan, kombinasi antara Vitamin C dan Zinc merupakan kunci utama dalam memperkuat imunitas selama berpuasa. Keduanya dinilai cukup untuk membantu tubuh menangkal infeksi dan penyakit yang mengintai di tengah cuaca lembap.
“Untuk pertahanan tubuh, mencegah infeksi dan sebagainya, biasanya vitamin C dan yang banyak mengandung zinc juga itu sebetulnya sudah cukup,” ujar Irwan, dikutip Kamis (22/1).
Meski musim hujan membawa risiko penyakit, Irwan menyebutkan bahwa suhu yang lebih dingin sebenarnya memberikan keuntungan tersendiri bagi orang yang berpuasa. Suhu lingkungan yang sejuk dapat menekan penguapan cairan tubuh, sehingga risiko dehidrasi dapat diminimalisir.
Kondisi hidrasi yang terjaga ini juga berdampak positif pada pencegahan gangguan kesehatan umum saat puasa, seperti vertigo atau pusing berputar secara tiba-tiba.
“Kalau di bulan puasanya itu musim hujan, itu memang lebih enak katanya, lebih tidak panas, tidak terlalu dehidrasi, tidak keluar keringat terlalu banyak. Sehingga tadi yang hidrasi terkait dengan vertigo dan lain sebagainya itu mungkin bisa reduksi,” jelas Board of Medical Excellence Halodoc tersebut.
Lebih lanjut, Irwan menjelaskan bahwa momentum Ramadan bukan sekadar kewajiban agama, melainkan waktu bagi sel-sel tubuh untuk melakukan proses pembersihan diri atau self cleaning dari racun yang mengendap selama 12 bulan terakhir.
Namun, agar proses "pembersihan" ini berjalan optimal, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam memilih menu berbuka, terutama terkait konsumsi gula.
Gula berlebih, baik dari makanan manis maupun nasi, dapat memicu peradangan, lonjakan gula darah, hingga masalah kulit seperti jerawat.
Ia menekankan pentingnya mengatur pola pikir (mindset) dalam mengonsumsi makanan manis saat berbuka. Ia mengingatkan bahwa kepuasan dari rasa manis sifatnya sangat sementara dan hanya terasa di indera perasa.
“Itu sebenarnya rasanya cuma yang di mulut aja. Lewat dari leher sini udah nggak ada rasanya. Rasanya enaknya cuma di sini (di mulut). Jadi itu yang mungkin dicamkan di kita bahwa sebetulnya apa yang kita makan itu hanya untuk cukup saja, jangan terlalu berlebihan,” pesan Irwan.
Sebagai penutup, ia mempersilakan masyarakat untuk mencicipi hidangan manis sebagai pelengkap, asalkan tetap dalam porsi yang wajar. Sebab, segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan justru akan berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang. (Ant/Z-1)
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan, cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen.
Menu yang menarik lainnya adalah Ikan dan Ayam Timbungan, menjadi hidangan otentik karena dimasak dengan Bambu yang menambah citarasa dan aroma masakan.
Pengawasan ini menyasar berbagai komoditas protein hewani untuk memastikan stabilitas di tingkat pedagang.
Perumda Dharma Jaya memprediksi harga daging sapi akan mengalami kenaikan sekitar 7% hingga 15% di periode Ramadan dan Lebaran 2026.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan pokok strategis secara nasional masih aman dan memadai.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved