Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUBAHAN pola aktivitas malam dan waktu tidur selama menunaikan ibadah puasa pada bulan Ramadan jika tidak disiasati dengan baik bisa membuat badan terasa lemas dan kurang bertenaga pada siang hingga sore hari.
Selain memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mencukupkan minum saat sahur dan berbuka puasa, membangun kebiasaan tidur yang baik juga penting untuk menjaga kebugaran tubuh semasa berpuasa.
"Membangun kebiasaan tidur yang baik atau good sleeping habit selama satu bulan ini sangat bermanfaat agar tubuh terbiasa dengan ritme," kata pelatih kebugaran Melita Mutia, Selasa (12/3).
"Usahakan agar jadwal tidur tidak terlalu berbeda setiap hari selama bulan Ramadan," kata anggota Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia itu.
Melita juga mengingatkan bahwa sebaiknya ada jeda antara waktu makan besar dan waktu tidur agar tubuh punya cukup waktu untuk menyelesaikan pencernaan makanan.
"Makan besar terakhir disarankan dua jam sebelum jadwal tidur," katanya.
Jeda serupa disarankan diterapkan semasa sahur.
"Alangkah baiknya apabila menunggu tubuh mencerna makanan, dan sebagai salah satu aktivitas menenangkan, kita bisa menunaikan ibadah shalat subuh," katanya.
Melita menyampaikan perlunya menjadwalkan tidur siang singkat selama 15 sampai 30 menit untuk memberi kesempatan tubuh mengisi ulang tenaga guna meminimalkan efek kurang tidur malam selama bulan Ramadhan.
Menurut dia, aktivitas olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang juga perlu dijadwalkan untuk menjaga kebugaran tubuh.
Ia mengemukakan pula perlunya mengupayakan tubuh mendapat paparan sinar matahari pagi, yang dapat mendatangkan berbagai manfaat kesehatan termasuk membantu pemenuhan kebutuhan vitamin D dan meningkatkan kekebalan tubuh. (Ant/Z-1)
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Aktivitas fisik tetap menjadi komponen penting dalam menjaga kebugaran. Namun, pilihan jenis olahraga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi fisik masing-masing individu.
Seluruh program, mulai dari pola latihan hingga perencanaan nutrisi, dirancang secara spesifik berdasarkan kondisi anatomi dan target personal masing-masing individu.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko kematian, cara melakukan jalan kaki ternyata perlu diperhatikan.
Minuman manis bisa membantu pemulihan setelah olahraga intens, namun berisiko jika dikonsumsi berlebihan. Simak rekomendasi ahli untuk pilihan yang lebih aman.
Dalam Japanese Interval Walking, tingkat kecepatan dan detak jantung diatur agar tubuh mendapat variasi beban latihan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved