Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Tips Mudik Hemat Energi dengan Mobil Listrik: Perhatikan Gaya Berkendara hingga Suhu Baterai

Basuki Eka Purnama
19/3/2026 07:36
Tips Mudik Hemat Energi dengan Mobil Listrik: Perhatikan Gaya Berkendara hingga Suhu Baterai
Ilustrasi--Petugas melakukan mengisi daya baterai mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) rest area KM 166 Tol Cipali, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/12/2025).(ANTARA/Dedhez Anggara)

MELAKUKAN perjalanan mudik dengan mobil listrik (EV) kini semakin diminati. Namun, agar perjalanan lebih efisien dan hemat daya, pengemudi perlu memahami beberapa faktor utama yang memengaruhi konsumsi baterai

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menekankan bahwa prinsip efisiensi EV pada dasarnya serupa dengan mobil konvensional, yakni meminimalkan energi yang terbuang.

Kendalikan Gaya Mengemudi

Faktor pertama yang paling berpengaruh adalah perilaku pengemudi di balik kemudi. Gaya berkendara agresif menjadi musuh utama efisiensi baterai.

"Mengemudi terlalu cepat, sering melakukan akselerasi mendadak lalu pengereman keras, atau terjebak stop-and-go yang tidak diantisipasi akan membuat konsumsi energi meningkat signifikan," ujar Yannes, dikutip Kamis (19/3).

Untuk menyiasatinya, ia menyarankan agar akselerasi dilakukan secara halus dan kecepatan dijaga tetap stabil. 

Pengemudi juga diimbau mengaktifkan eco mode dan memaksimalkan fitur regenerative braking dengan cara mengangkat pedal gas lebih awal daripada melakukan pengereman mendadak.

Persiapan Teknis dan Beban Kendaraan

Selain cara mengemudi, kondisi fisik kendaraan juga menentukan jangkauan baterai. Tekanan ban harus diperiksa dalam kondisi dingin dan disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. 

"Tekanan ban yang kurang dapat meningkatkan rolling resistance sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Tambahan beban tidak perlu yang dibawa kendaraan sebaiknya dikurangi, hindari juga penggunaan roof rack kosong yang dapat meningkatkan hambatan udara kendaraan," jelas Yannes.

Manfaatkan Fitur Preconditioning

Manajemen suhu baterai menjadi kunci efisiensi yang sering terlewatkan. Yannes menyarankan pemilik EV melakukan preconditioning pada kabin dan baterai saat mobil masih terhubung dengan pengisi daya (charger). 

Dengan cara ini, energi untuk mendinginkan atau memanaskan suhu mobil diambil langsung dari sumber listrik luar, bukan dari baterai kendaraan.

"Penghematan energi umumnya berasal dari manajemen suhu baterai dan perencanaan pengisian daya, misalnya melakukan preconditioning kabin dan baterai saat kendaraan masih terhubung ke charger sehingga kebutuhan energi untuk pendinginan atau pemanasan tidak menggerus baterai saat perjalanan dimulai," tambahnya.

Langkah ini tidak hanya menghemat daya selama perjalanan, tetapi juga dapat mempercepat waktu pengisian daya dan menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.

Perencanaan Rute dan Kondisi Fisik

Terakhir, perencanaan rute yang matang sangat membantu ketenangan selama mudik. Penggunaan aplikasi seperti ABRP (A Better Route Planner) atau PLN Mobile sangat dianjurkan untuk memetakan titik pengisian daya.

"Perencanaan rute dan titik pengisian daya melalui aplikasi [...] juga sangat membantu, sehingga pengemudi dapat menjaga buffer baterai sekitar 15–25 persen tanpa perlu terburu-buru mengejar charger berikutnya," kata Yannes.

Di samping kesiapan mesin, Yannes mengingatkan pentingnya kondisi fisik pengemudi. Ia menyarankan agar pengemudi beristirahat setiap dua jam sekali untuk memulihkan fokus. 

Kelelahan bukan hanya berisiko bagi keselamatan, tetapi juga dapat memengaruhi kendali emosi yang berdampak pada gaya mengemudi yang tidak efisien. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik