Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MELAKUKAN perjalanan mudik dengan mobil listrik (EV) kini semakin diminati. Namun, agar perjalanan lebih efisien dan hemat daya, pengemudi perlu memahami beberapa faktor utama yang memengaruhi konsumsi baterai.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menekankan bahwa prinsip efisiensi EV pada dasarnya serupa dengan mobil konvensional, yakni meminimalkan energi yang terbuang.
Faktor pertama yang paling berpengaruh adalah perilaku pengemudi di balik kemudi. Gaya berkendara agresif menjadi musuh utama efisiensi baterai.
"Mengemudi terlalu cepat, sering melakukan akselerasi mendadak lalu pengereman keras, atau terjebak stop-and-go yang tidak diantisipasi akan membuat konsumsi energi meningkat signifikan," ujar Yannes, dikutip Kamis (19/3).
Untuk menyiasatinya, ia menyarankan agar akselerasi dilakukan secara halus dan kecepatan dijaga tetap stabil.
Pengemudi juga diimbau mengaktifkan eco mode dan memaksimalkan fitur regenerative braking dengan cara mengangkat pedal gas lebih awal daripada melakukan pengereman mendadak.
Selain cara mengemudi, kondisi fisik kendaraan juga menentukan jangkauan baterai. Tekanan ban harus diperiksa dalam kondisi dingin dan disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan.
"Tekanan ban yang kurang dapat meningkatkan rolling resistance sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Tambahan beban tidak perlu yang dibawa kendaraan sebaiknya dikurangi, hindari juga penggunaan roof rack kosong yang dapat meningkatkan hambatan udara kendaraan," jelas Yannes.
Manajemen suhu baterai menjadi kunci efisiensi yang sering terlewatkan. Yannes menyarankan pemilik EV melakukan preconditioning pada kabin dan baterai saat mobil masih terhubung dengan pengisi daya (charger).
Dengan cara ini, energi untuk mendinginkan atau memanaskan suhu mobil diambil langsung dari sumber listrik luar, bukan dari baterai kendaraan.
"Penghematan energi umumnya berasal dari manajemen suhu baterai dan perencanaan pengisian daya, misalnya melakukan preconditioning kabin dan baterai saat kendaraan masih terhubung ke charger sehingga kebutuhan energi untuk pendinginan atau pemanasan tidak menggerus baterai saat perjalanan dimulai," tambahnya.
Langkah ini tidak hanya menghemat daya selama perjalanan, tetapi juga dapat mempercepat waktu pengisian daya dan menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Terakhir, perencanaan rute yang matang sangat membantu ketenangan selama mudik. Penggunaan aplikasi seperti ABRP (A Better Route Planner) atau PLN Mobile sangat dianjurkan untuk memetakan titik pengisian daya.
"Perencanaan rute dan titik pengisian daya melalui aplikasi [...] juga sangat membantu, sehingga pengemudi dapat menjaga buffer baterai sekitar 15–25 persen tanpa perlu terburu-buru mengejar charger berikutnya," kata Yannes.
Di samping kesiapan mesin, Yannes mengingatkan pentingnya kondisi fisik pengemudi. Ia menyarankan agar pengemudi beristirahat setiap dua jam sekali untuk memulihkan fokus.
Kelelahan bukan hanya berisiko bagi keselamatan, tetapi juga dapat memengaruhi kendali emosi yang berdampak pada gaya mengemudi yang tidak efisien. (Ant/Z-1)
Pemerintah melalui PLN telah memastikan ketersediaan 53 hingga 60 titik SPKLU di sepanjang Tol Trans Jawa
Sebanyak 180 ribu mobil listrik diprediksi mudik Lebaran 2026. Kemenko Infrastruktur & Entrev pastikan kesiapan SPKLU dan layanan pendukung bagi pemudik EV.
PERJALANAN mudik dengan mobil listrik diperkirakan semakin ramai pada Lebaran tahun ini.
PERJALANAN mudik menggunakan mobil listrik atau electric vehicle (EV) membutuhkan perhatian khusus agar jarak tempuh tetap optimal.
Simak panduan hemat baterai mobil listrik saat mudik 2026. Mulai dari teknik regenerative braking hingga fitur preconditioning untuk efisiensi maksimal.
Menciptakan aroma wangi di kamar tidur tidak hanya mendatangkan suasana menyenangkan, tetapi juga menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas istirahat.
Apabila nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah, penderita disarankan untuk tidak memaksakan puasa.
Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama. Hal ini bisa menyebabkan bau mulut.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved