Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MUDIK menggunakan mobil listrik (EV) pada tahun 2026 bukan lagi sekadar tren, melainkan pilihan rasional bagi masyarakat yang menginginkan kenyamanan dan efisiensi. Namun, agar perjalanan jarak jauh tetap lancar tanpa hambatan daya, pengemudi perlu memahami manajemen energi yang tepat.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa prinsip dasar efisiensi kendaraan listrik serupa dengan mobil konvensional, yakni menekan energi yang terbuang sia-sia.
Gaya mengemudi menjadi faktor penentu utama dalam menghemat persentase baterai. Menurut Yannes, perilaku agresif seperti akselerasi mendadak dan pengereman keras sangat merugikan konsumsi daya.
Salah satu trik pro yang jarang diketahui adalah melakukan preconditioning. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur suhu kabin dan baterai saat mobil masih terhubung dengan pengisi daya (charger).
"Dengan preconditioning, kebutuhan energi untuk pendinginan tidak menggerus baterai saat perjalanan dimulai karena diambil langsung dari sumber listrik charger,"ujar Yannes.
Sebelum berangkat mudik, pastikan kondisi fisik kendaraan dalam keadaan optimal untuk mengurangi hambatan:
| Faktor | Tindakan Efisiensi |
|---|---|
| Tekanan Ban | Pastikan sesuai rekomendasi pabrikan untuk mengurangi rolling resistance. |
| Beban Muatan | Kurangi beban yang tidak perlu dan hindari penggunaan roof rack kosong. |
| Perencanaan Rute | Gunakan aplikasi seperti PLN Mobile atau ABRP untuk memetakan titik SPKLU. |
Selain aspek teknis, Yannes mengingatkan agar pengemudi tidak memaksakan diri. Mengemudi lebih dari dua jam tanpa jeda dapat menurunkan fokus yang berdampak pada gaya mengemudi yang tidak efisien dan berisiko kecelakaan.
Gunakan waktu istirahat untuk melakukan pengisian daya singkat (top-up) di rest area. Dengan menjaga buffer baterai di kisaran 15-25 persen, pengemudi dapat melakukan perjalanan dengan tenang tanpa khawatir kehabisan daya di tengah kemacetan mudik.
1. Apakah menyalakan AC boros baterai mobil listrik?
Ya, penggunaan AC memengaruhi daya, namun fitur preconditioning saat charging dapat meminimalisir dampaknya.
2. Berapa kecepatan ideal untuk hemat baterai di tol?
Kecepatan stabil di angka 80-90 km/jam umumnya memberikan keseimbangan terbaik antara waktu tempuh dan efisiensi energi pada EV. (Z-10)
Jika sebelumnya tren mobil listrik kerap dikaitkan dengan fenomena fear of missing out (FOMO), kini pertimbangan untuk pembelian dinilai lebih rasional.
Berdasarkan data wholesales Gaikindo, sepanjang 2025 Polytron mendistribusikan 455 unit mobil listrik ke jaringan diler. Sementara dari sisi penjualan retail, tercatat 353 unit terjual.
Kebiasaan melepas aki yang dulunya dianggap ampuh mencegah aki soak atau korsleting, justru berisiko menimbulkan masalah baru pada mobil modern.
Pakar ITB ingatkan pemilik mobil listrik (EV) dan mobil modern jangan lepas aki saat mudik. Tindakan ini bisa merusak sistem komputer dan memori kendaraan.
Panduan memahami skala prioritas APBD melalui kasus pengadaan mobil listrik dan penghapusan BPJS warga di Banjarmasin. Analisis etika anggaran publik.
Pemprov DKI membatasi operasional angkutan barang di ruas tol Jakarta mulai 13-29 Maret 2026 guna kelancaran arus mudik. Cek daftar ruas tol dan jenis angkutan yang dikecualikan di sini.
Dishub DKI memperkirakan 4 juta warga menetap di Jakarta saat Lebaran 2026. Simak titik lokasi wisata yang bakal padat dan skema rekayasa lalu lintas yang disiapkan Pemprov.
Pemerintah membuka 10 ruas tol fungsional sepanjang 291,13 km untuk mudik Lebaran 2026. Simak daftar lengkap jalur tol di Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan yang siap urai kemacetan.
Persiapkan mudik Lebaran 2026 dengan matang. Simak imbauan pakar keselamatan JDDC soal waktu tempuh, manajemen lelah, hingga risiko muatan berlebih bagi kendaraan pribadi.
Ingin mudik tenang? Simak 6 tips aman meninggalkan motor listrik di rumah, mulai dari aturan MCB hingga level baterai ideal agar kendaraan tetap awet dan aman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved