Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah pasar kendaraan listrik yang semakin kompetitif, profil konsumen juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya tren EV kerap dikaitkan dengan fenomena fear of missing out (FOMO), kini pertimbangan untuk pembelian dinilai lebih rasional.
Berdasarkan survei Sun Motor Group, sebagian besar pengguna EV tidak kembali ke kendaraan berbahan bakar fosil setelah merasakan langsung efisiensi biaya operasional, pengalaman berkendara yang lebih senyap dan responsif, serta kemudahan perawatan dan pengisian daya di rumah. "Mayoritas pembeli mobil listrik bukanlah konsumen impulsif, melainkan mereka yang memiliki pengalaman menggunakan mobil konvensional dan menjadikan EV sebagai kendaraan kedua atau ketiga," ujar Darwin Kesuma, Chief Operating Officer Sun Motor Group, dalam keterangan resmi, Sabtu (7/3).
Perubahan karakter konsumen itu dinilai menjadi fondasi penting bagi percepatan transisi energi di sektor transportasi. Entrev National Project Manager Nasrullah Salim memandang keputusan yang dilandasi pertimbangan rasional akan menciptakan pasar yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Ketika konsumen memilih berdasarkan kebutuhan dan pengalaman nyata, kepercayaan terhadap teknologi kendaraan listrik pun tumbuh secara organik. Tren ini menunjukkan tingkat literasi masyarakat terhadap kendaraan listrik semakin baik.
"Perkembangan sikap konsumen ini patut diapresiasi karena menandakan bahwa masyarakat tidak lagi melihat mobil listrik sebagai simbol gaya hidup semata, tetapi sebagai solusi mobilitas yang efisien dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Konsumen yang rasional akan mendorong industri untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur pendukung," ujar Nasrullah Salim. (I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved