Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Tips Mudik Pakai Mobil Listrik: Jaga Kecepatan dan Pastikan Ban Sesuai Spesifikasi

Media Indonesia
14/3/2026 06:00
Tips Mudik Pakai Mobil Listrik: Jaga Kecepatan dan Pastikan Ban Sesuai Spesifikasi
Petugas melakukan mengisi daya baterai mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) rest area KM 166 Tol Cipali, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/12/2025).(Antara)

PERJALANAN mudik menggunakan mobil listrik atau electric vehicle (EV) membutuhkan perhatian khusus agar jarak tempuh tetap optimal. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalah kecepatan kendaraan selama perjalanan.

Pelatih pengemudi bersertifikat BMW, Gerry Nasution, mengingatkan agar pengendara EV tidak memacu kendaraan terlalu cepat maupun terlalu lambat saat menempuh perjalanan jauh.

"Perhatikan kecepatan kendaraan, jangan mengemudi dengan kecepatan terlalu tinggi, atau terlalu rendah jadi harus normal," kata Gerry, Kamis (13/3).

Menurutnya, menjaga kecepatan stabil dapat membantu efisiensi penggunaan energi dari baterai mobil listrik.

"Ia menambahkan, kecepatan yang stabil mampu mendukung konsumsi daya kendaraan untuk memaksimalkan jarak atau daya tempuh."

"Sehingga konsumsi dari baterai cukup optimum dan mencapai," kata dia lagi.

Selain faktor kecepatan, kondisi serta jenis ban juga menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh pengguna mobil listrik saat hendak mudik. Hal ini karena tidak semua EV dilengkapi dengan ban cadangan seperti kendaraan konvensional.

Karena itu, pengemudi disarankan memastikan ban yang digunakan memang sesuai dengan spesifikasi kendaraan listrik. Ban khusus EV dirancang untuk membantu meningkatkan efisiensi energi.

"Di ban-ban mobil EV ini memang bannya khusus tidak seperti ban biasa, di mana mereka lebih low resistance lebih sedikit hambatannya untuk mengurangi gesekan sehingga dapat lebih mengurangi penggunaan baterai tersebut, ini perlu kita perhatian bahwa memang kita harus gunakan ban dari kendaraan tersebut," ujar Gerry.

Sementara itu, pemerintah memprediksi lonjakan pergerakan masyarakat saat arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada pertengahan Maret.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan bahwa berdasarkan simulasi Kementerian Perhubungan, terdapat dua tanggal yang berpotensi menjadi puncak kepadatan perjalanan.

"Memang dari hasil simulasi kami, ada dua tanggal yang pada saat mudik itu akan terjadi kepadatan diperkirakan pada tanggal 16 Maret, Hari Senin dan tanggal 18 Maret (Rabu)," kata Menhub.

Dari hasil simulasi tersebut, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan pada 16 Maret diperkirakan mencapai sekitar 21,2 juta orang secara nasional. Sementara itu, pada 18 Maret jumlahnya diprediksi lebih tinggi, yakni sekitar 22 juta orang, sehingga menjadi salah satu puncak arus mudik Lebaran tahun ini. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya