Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Ban Jadi Kunci Efisiensi Mobil Listrik

M Ilham Ramadhan Avisena
15/3/2026 21:50
Ban Jadi Kunci Efisiensi Mobil Listrik
Ilustrasi(Dok Hankook)

PERJALANAN mudik dengan mobil listrik diperkirakan semakin ramai pada Lebaran tahun ini. PT Jasa Marga memproyeksikan sekitar 3,6 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek selama periode mudik Lebaran 2026, dengan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.

Kepadatan lalu lintas, terutama di jalur Trans Jawa, menjadi tantangan bagi pengguna kendaraan listrik. Selain memastikan ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), pengendara juga perlu memperhatikan efisiensi penggunaan energi selama perjalanan jarak jauh.

Menurut PT Hankook Tire Sales Indonesia, efisiensi mobil listrik tidak hanya ditentukan oleh kapasitas baterai, tetapi juga kondisi komponen kendaraan, termasuk ban. Faktor ini sering diabaikan padahal berpengaruh langsung terhadap jarak tempuh kendaraan.

Mobil listrik memiliki karakteristik berbeda dibanding mobil konvensional. Bobot baterai yang besar serta torsi instan membuat kendaraan lebih berat dan memberikan tekanan lebih besar pada ban.

Saat mudik, beban tersebut bertambah karena muatan penumpang dan barang. Jika kendaraan menggunakan ban konvensional yang tidak dirancang khusus untuk mobil listrik, hambatan gulir atau rolling resistance akan meningkat. Kondisi ini membuat kendaraan membutuhkan energi lebih besar untuk memutar roda, sehingga konsumsi baterai menjadi lebih boros, terutama ketika menghadapi kemacetan atau kondisi lalu lintas yang padat.

Karena itu, pemeriksaan kondisi ban sebelum perjalanan menjadi hal penting. Inspeksi visual disarankan dilakukan beberapa minggu sebelum mudik, terutama jika efisiensi baterai terasa menurun atau suara ban menjadi lebih bising.

National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono, mengatakan pemilihan ban yang tepat dapat membantu menjaga efisiensi kendaraan listrik selama perjalanan jauh. 

"Ban yang tidak tepat dan tidak dikhususkan untuk penggunaan mobil listrik akan menguras energi baterai. Jika efisiensi baterai mulai menurun atau suara ban terdengar lebih bising, itu sinyal hambatan gulir sudah tidak optimal. Mengganti ke ban khusus mobil listrik yang memang didesain untuk perjalanan jauh seperti iON ST AS memberikan daya tahan dan potensi jarak tempuh optimal adalah investasi cerdas untuk keamanan dan kenyamanan keluarga selama libur panjang," ungkapnya dikutip pada Minggu (15/3).

Selain jenis ban, tekanan angin dan distribusi beban kendaraan juga menjadi faktor penting dalam menjaga performa kendaraan selama perjalanan. Tekanan angin yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan dapat membantu menjaga efisiensi energi sekaligus meminimalkan keausan ban.

Di sisi lain, kenyamanan kabin juga menjadi perhatian, terutama saat menghadapi kemacetan panjang. Pada mobil listrik yang tidak memiliki suara mesin, kebisingan dari ban akan terdengar lebih jelas sehingga kualitas ban turut mempengaruhi kenyamanan perjalanan.

Dengan persiapan yang tepat, perjalanan mudik menggunakan mobil listrik dapat dilakukan secara lebih efisien sekaligus tetap nyaman, bahkan dalam kondisi lalu lintas yang padat. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya