Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Berapa Lama Umur Baterai Mobil Listrik? Simak Fakta dan Tips Merawatnya

Media Indonesia
04/4/2026 16:00
Berapa Lama Umur Baterai Mobil Listrik? Simak Fakta dan Tips Merawatnya
Ilustrasi(Freepik.com)

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh calon konsumen sebelum beralih ke kendaraan listrik (EV) adalah mengenai daya tahan komponen paling mahalnya, yakni baterai. Sebagai jantung dari mobil listrik, memahami umur pakai dan cara menjaga kesehatannya sangat penting untuk memastikan nilai investasi kendaraan Anda tetap terjaga.

Estimasi Umur Baterai Mobil Listrik

Secara umum, produsen otomotif merancang baterai mobil listrik (biasanya jenis Lithium-ion) untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama. Rata-rata umur baterai mobil listrik modern diperkirakan berkisar antara 10 hingga 15 tahun, atau setara dengan jarak tempuh 150.000 hingga 300.000 kilometer, tergantung pada pola pemakaian dan perawatan.

Penting untuk dipahami bahwa baterai tidak akan langsung "mati" setelah melewati masa tersebut. Namun, baterai akan mengalami degradasi atau penurunan kapasitas penyimpanan energi. Sebuah baterai dianggap sudah melewati masa pakai optimalnya jika kapasitas maksimalnya turun di bawah 70% hingga 80% dari kondisi awal.

Standar Garansi di Indonesia

Untuk memberikan rasa aman kepada konsumen, sebagian besar Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia memberikan garansi baterai yang cukup panjang. Berikut adalah gambaran umum garansi baterai yang berlaku saat ini:

Merek/Model Umum Masa Garansi Baterai
Standar Industri (Hyundai, Kia, dll) 8 Tahun / 160.000 KM
Wuling (Air ev, BinguoEV) Lifetime Warranty (Syarat & Ketentuan Berlaku)
Toyota (bZ4X) 8 Tahun / 160.000 KM
Catatan: Data garansi di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan terbaru masing-masing APM. Selalu verifikasi dengan diler resmi saat melakukan pembelian.

Faktor yang Memengaruhi Degradasi Baterai

Beberapa faktor dapat mempercepat penurunan kualitas baterai, di antaranya:

  • Suhu Ekstrem: Paparan panas yang berlebihan secara terus-menerus dapat merusak sel baterai.
  • Penggunaan Fast Charging: Terlalu sering menggunakan DC Fast Charging menghasilkan panas tinggi yang memicu degradasi lebih cepat dibandingkan AC Charging.
  • Siklus Pengisian: Membiarkan baterai hingga 0% atau mengisinya hingga 100% secara berulang-ulang dapat menekan kimiawi baterai.

Tips Agar Baterai Mobil Listrik Awet

Untuk memaksimalkan usia pakai baterai, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Jaga Level Baterai di Angka 20% - 80%: Ini adalah "sweet spot" untuk menjaga stabilitas kimiawi baterai Lithium-ion.
  2. Batasi Penggunaan Fast Charging: Gunakan pengisian daya cepat hanya saat melakukan perjalanan jauh atau dalam kondisi darurat. Untuk harian, gunakan home charging (AC).
  3. Hindari Parkir di Bawah Terik Matahari: Jika memungkinkan, parkirlah di tempat yang teduh atau di dalam ruangan untuk menjaga suhu baterai tetap stabil.
  4. Gunakan Mobil Secara Rutin: Membiarkan mobil listrik tidak menyala dalam waktu yang sangat lama dengan kondisi baterai kosong dapat merusak sel baterai secara permanen.

Dengan perawatan yang tepat dan pemahaman mengenai karakteristik teknologi EV, kekhawatiran mengenai umur baterai seharusnya tidak lagi menjadi penghalang bagi Anda untuk beralih ke mobilitas ramah lingkungan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya