Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Ini Tips Agar Terhindar dari Perut Begah Saat Puasa

Basuki Eka Purnama
25/2/2026 08:56
Ini Tips Agar Terhindar dari Perut Begah Saat Puasa
Ilustrasi(Freepik)

BERPUASA memberikan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, bagi sebagian orang, ibadah ini terkadang diikuti dengan keluhan fisik yang mengganggu, salah satunya adalah rasa begah atau kembung setelah berbuka puasa. Kondisi ini sering kali membuat ibadah malam hari menjadi kurang nyaman.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Mira Dewi, menjelaskan, secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan. 

Ia menegaskan bahwa berpuasa itu sendiri tidak secara langsung menjadi penyebab utama kembung. Keluhan tersebut biasanya muncul akibat kesalahan pola makan saat sahur maupun berbuka.

"Perlu dipastikan bahwa kondisi berpuasa itu sendiri tidak menyebabkan perut kembung. Biasanya keluhan ini muncul karena kebiasaan makan yang kurang tepat, misalnya langsung mengonsumsi makanan yang mengandung gas saat berbuka," ujar Mira.

MI/HO--Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Mira Dewi

Menurut Mira, akumulasi gas di usus memang menjadi penyebab paling umum. Namun, faktor lain seperti intoleransi makanan, sembelit, hingga gangguan pencernaan seperti penyakit asam lambung (GERD) juga berperan besar.

"Penyebab perut kembung paling sering adalah akumulasi gas di usus. Namun, ada banyak faktor lain yang juga berperan, seperti intoleransi makanan atau gangguan pencernaan," jelasnya.

Untuk mencegah rasa begah, Mira menyoroti beberapa kebiasaan yang kerap memicu masalah pencernaan selama Ramadan. Di antaranya adalah berbuka puasa dengan porsi besar sekaligus setelah lambung kosong seharian, mengonsumsi makanan tinggi gas (seperti kacang-kacangan tertentu dan kol), serta minuman bersoda. 

Selain itu, kebiasaan makan terlalu cepat tanpa mengunyah dengan baik, serta kurangnya asupan cairan sepanjang waktu berbuka hingga sahur, turut memperburuk kondisi.

Sebagai solusinya, masyarakat disarankan untuk lebih disiplin mengatur pola makan. Strategi utamanya adalah makan secara perlahan, tidak tergesa-gesa, serta menghindari makanan pemicu kembung.

"Usahakan berbuka secara bertahap dan tidak langsung makan dalam jumlah besar. Bagi yang memiliki intoleransi laktosa, sebaiknya membatasi konsumsi susu," tuturnya.

Selain memperbaiki pola makan, Mira menekankan pentingnya menjaga kecukupan cairan tubuh dengan air putih dan tetap rutin beraktivitas fisik atau berolahraga. 

Dengan kedisiplinan menjaga asupan dan pola hidup, kesehatan pencernaan selama Ramadan dapat terjaga dengan optimal.

"Pola makan yang tepat, cukup cairan, dan olahraga teratur dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan selama berpuasa," pungkasnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya