Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sesi olahraga yang intens, tubuh terasa lelah dan haus. Minuman manis dingin tampak seperti pilihan yang sempurna untuk memulihkan energi dengan cepat. Namun, muncul pertanyaan besar di kalangan penggemar kebugaran. Aman dan efektifkah mengonsumsi minuman manis setelah berolahraga?
Mengutip diabetes.org, para ahli nutrisi dan kesehatan memberikan jawaban yang nuansanya jauh lebih kompleks daripada sekadar 'ya' atau 'tidak'.
Minuman manis sebenarnya dapat bermanfaat, tetapi hanya dalam konteks tertentu. Manfaat ini terutama berlaku bagi atlet yang melakukan latihan intensitas tinggi dan berdurasi lama. Seperti lari maraton atau sesi latihan beban yang sangat berat.
Setelah aktivitas yang menguras energi, tubuh membutuhkan karbohidrat cepat. Biasanya dalam bentuk glukosa atau fruktosa, untuk segera mengisi kembali cadangan glikogen yang terkuras di otot.
Minuman olahraga yang diformulasikan khusus seringkali mengandung rasio karbohidrat dan elektrolit yang optimal untuk tujuan pemulihan cepat ini. Ini membantu mempercepat proses pemulihan dan mencegah kelelahan berlebihan.
Risiko muncul ketika minuman manis yang dikonsumsi adalah minuman tinggi gula biasa, seperti soda, teh manis kemasan, atau jus buah dalam kotak. Minuman-minuman ini mengandung kalori berlebih tanpa disertai nutrisi penting lain dan tidak diformulasikan untuk penyerapan yang efisien. Risiko utama meliputi:
Bagi kebanyakan orang yang berolahraga dengan intensitas sedang (seperti jalan cepat, yoga, atau latihan rutin di gym), minuman manis pasca-olahraga tidak diperlukan. Para ahli menyarankan untuk fokus pada:
(hellosehat/polar/diabetes/foodnavigator/Z-2)
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko kematian, cara melakukan jalan kaki ternyata perlu diperhatikan.
Dalam Japanese Interval Walking, tingkat kecepatan dan detak jantung diatur agar tubuh mendapat variasi beban latihan.
Di tengah meningkatnya ancaman penyakit tidak menular, kesadaran menjaga pola hidup sehat semakin mendesak.
Garmin Fenix 8 Pro dilengkapi teknologi inReach, yaitu konektivitas berbasis satelit dan seluler.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved