Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis obstetri dan ginekologi dari Rumah Sakit Umum Daerah Johar Baru, Matthew Simangunsong, menyarankan ibu hamil agar tidak memaksakan diri saat menjalani puasa, terutama jika muncul keluhan.
"Ibu hamil kalau berpuasa boleh, tapi jangan dipaksakan ya. Biasanya keluhan-keluhan yang muncul pada saat berpuasa itu jadi mual,
nyeri ulu hati. Kalau emang itu sudah muncul, tidak bisa kita toleransi ya jangan dipaksakan, ditunda saja dulu puasanya," kata Matthew, dikutip Selasa (11/3).
Matthew juga menyarankan jika ibu hamil ingin menjalankan puasa bisa dilakukan secara bertahap, mulai dari puasa setengah hari.
"Jadi lambung dan kondisi tubuh kita pun bisa terbiasa. Mungkin 3 hari awal setengah hari, lalu makin lama, nanti mungkin setelah seminggu ke
depannya bisa full puasanya," ujarnya.
Jika sudah berhasil dirasa satu hingga dua minggu tidak terjadi masalah saat menjalani puasa, dia menyarankan ibu hamil tetap memastikan berat badan dalam keadaan normal.
"Bila kita tidak bisa cek ke dokter atau ke bidan untuk pemeriksaan USG mengukur berat bayinya, paling sederhana kita potokannya berat badan dari si ibunya," ucap dia.
"Kalau 1-2 minggu kita berpuasa, tapi berat badan malah turun berarti asupan makanannya kurang. Nah kalau turun berat badannya saya tidak
rekomendasikan lagi untuk berpuasa (ibu hamil) di kemudian hari," lanjut Matthew.
Lebih lanjut dia menambahkan ibu hamil yang dalam kondisi diperbolehkan berpuasa juga perlu memperhatikan beberapa hal, seperti pastikan mengonsumsi makan tiga kali sehari.
"Jadi gimana caranya kalian bisa mengatur makannya pada saat sahur, pada saat buka, dan sebelum tidur. Jadi pastikan ada konsumsi makan berat tiga kali sehari. Karena kalau misalkan tidak sampai itu biasanya berat badanya turun kebutuhanya juga turun," katanya.
Untuk komposisi makanannya ibu hamil tetap paling utama mengonsumsi protein dan lemak, karena yang paling dibutuhkan si janin. Jadi fokus makan lauk-pauk, seperti ayam, ikan, daging, telur, dan sayur-sayuran. Untuk karbohidrat, seperti nasi itu tetap diperlukan namun porsinya tidak dominan, tetap dominannya harus di lauk-pauk.
Menurut dia mengonsumsi aneka takjil dan yang manisnya boleh, namun ada batasannya. Misalkan jika pakai persentase, mungkin hanya 20-30 persen untuk bagian-bagian karbohidrat dan yang manis-manis, sisanya di protein dan lemak.
Selain itu, penting juga mengonsumsi asupan cairan untuk mencegah dehidrasi, menurut dokter Matthew ibu hamil kebutuhan mengonsumsi minum air putih sekitar 2,5 liter.
"Harus jaga kondisi ya pastikan makan dan minumnya bagus. Makanan-makanan yang rendah karbo itu biasanya lebih bagus dibandingkan kebanyakan karbohidrat. Biasanya kalau sudah sahurnya itu terlalu banyak nasi, tepung-tepungan itu nanti dia meningkatkan asam lambung. Jadi malah bikin kita enggak kuat untuk berpuasa," pungkas Matthew. (Ant/Z-1)
Konsumsi takjil meningkat saat Ramadan. Es teler tetap jadi favorit dan peluang inovasi UMKM.
Untuk melengkapi momen kebersamaan di bulan Ramadan, tamu diajak untuk menjelajahi beragam pengalaman berbuka puasa yang berbeda
Salah satu komoditas yang menjadi sorotan utama dalam pengawasan ini adalah gas elpiji tabung 3 kilogram.
Tamarin Hotel Jakarta menghadirkan signature dish berbagai variasi sate Nusantara, seperti Sate Ayam Madura, Sate Ayam Kajang, Sate Ayam Maranggi, dan Sate Padang.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Laporan terbaru NCHS menunjukkan tren kenaikan kasus sifilis maternal. Kenali risiko, gejala "senyap", dan cara melindungi janin dari infeksi mematikan.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Anemia bukan sekadar masalah kekurangan darah biasa, melainkan pemicu berbagai komplikasi serius.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved