Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia hari ini, Jumat (21/2). Hujan deras, petir, hingga angin kencang diprediksi melanda sejumlah kota besar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua.
BMKG memprediksi beberapa kota besar akan mengalami curah hujan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga disertai petir. Berikut daftar wilayah terdampak:
Sumatera: Hujan ringan terjadi di Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Jambi, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung. Waspadai hujan petir di Bengkulu dan Palembang.
Jawa: Hujan sedang diperkirakan mengguyur Jakarta, sementara Bandung dan Semarang berpotensi diguyur hujan petir.
Bali & Nusa Tenggara: Denpasar dan Mataram akan mengalami hujan ringan, sedangkan Kupang berpotensi diguyur hujan sedang.
Kalimantan: Hujan petir diprediksi melanda Palangkaraya dan Samarinda.
Sulawesi: Makassar dan Gorontalo akan berawan tebal, sementara hujan ringan terjadi di Mamuju, Palu, Kendari, dan Manado.
Papua & Maluku: Hujan ringan terjadi di Ambon, Ternate, Sorong, dan Jayapura. Namun, wilayah Merauke berpotensi mengalami hujan petir.
BMKG juga mengamati daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang terpantau di beberapa perairan, seperti:
Perairan Barat Aceh
Selat Malaka (Riau hingga Jambi)
Perairan Utara Maluku
Laut Banda
Selain itu, daerah pertemuan angin (konfluensi) terjadi di pesisir barat Sumatera Barat dan Laut Jawa. Kombinasi kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang memicu cuaca ekstrem.
Sementara itu, gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter diprediksi menerjang Samudra Pasifik Utara Maluku. BMKG juga mencatat adanya peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di Samudra Pasifik Timur dan Laut Cina Selatan.
BMKG memantau keberadaan bibit siklon tropis 99S di Samudra Hindia Selatan NTT. Pergerakannya menuju barat hingga barat daya berpotensi menginduksi angin kencang dan meningkatkan curah hujan di wilayah selatan Indonesia.
Sirkulasi siklonik juga terpantau di Perairan Barat Aceh, Laut Natuna, dan Perairan Barat Daya Banten. Kondisi ini dapat meningkatkan curah hujan dan memperburuk kondisi cuaca di sekitarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa berdampak pada aktivitas harian. Bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Untuk mendapatkan informasi terbaru setiap 3 jam, masyarakat dapat mengakses aplikasi Info BMKG di Play Store dan App Store atau memantau media sosial resmi BMKG.
Jangan abaikan peringatan cuaca! Selalu siapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kondisi ekstrem. (Z-10)
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
IDAI peringatkan risiko KLB Campak saat mudik 2026. Simak tips dr. Piprim Basarah agar anak tetap sehat dan daftar obat wajib di kotak P3K.
Hadapi cuaca panas ekstrem di Jakarta, Pemprov DKI imbau warga lakukan langkah pencegahan. Simak panduan kesehatan dan instruksi Gubernur Pramono Anung di sini.
Cuaca ekstrem di Jawa Tengah sudah mulai mereda pada Rabu (18/3), namun di banyak daerah masih berpeluang diguyur hujan ringan-sedang terutama di jalur mudik.
Libur Lebaran, DPRD DIY Ingatkan Kewaspadaan terhadap Potensi Cuaca Ekstrem
Waspada cuaca ekstrem! BMKG rilis daftar provinsi berpotensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang periode 13-19 Maret 2026. Cek status siaga berdasarkan prakiraan cuaca BMKG di sini.
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 21 Maret 2026 didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sore hari. Simak detailnya.
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimum 978 hPa.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menginformasikan prakiraan cuaca pada 20 dan 21 Maret 2026.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved