Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Kamis, 06 Februari 2025, dengan peringatan akan potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.
Siklon Tropis Taliah terdeteksi di Samudra Hindia Selatan Jawa Barat dengan kecepatan angin maksimum 55 not dan tekanan udara minimum 981 milibar. Siklon ini bergerak ke arah barat dan menciptakan daerah perlambatan angin atau konvergensi yang memanjang dari Samudra Hindia Barat Daya Lampung hingga Jawa Tengah.
Selain itu, bibit siklon tropis 92W terpantau di Samudra Pasifik Barat, sebelah utara Papua Barat. Bibit ini memiliki kecepatan angin maksimum 20 not dan tekanan udara minimum 1000 milibar, bergerak ke arah barat dan membentuk daerah perlambatan angin di:
Samudra Pasifik Timur
Pulau Halmahera
Pesisir Utara Papua Barat Daya
Samudra Pasifik Utara Papua
Sementara itu, sirkulasi siklonik terpantau di Australia bagian utara, menciptakan daerah perlambatan angin di:
Pesisir Utara Australia Bagian Utara
Teluk Karpentaria
Laut Jawa bagian barat
Pesisir utara Jawa Tengah
Selatan Makassar - Sulawesi Selatan
Laut Banda
Laut Sawu
Dinamika atmosfer ini meningkatkan potensi pembentukan awan hujan serta meningkatkan tinggi gelombang laut di sekitar sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat serta cuaca ekstrem mencakup:
Sumatera
Kalimantan
Bali
Nusa Tenggara
Sulawesi
Maluku dan Maluku Utara
Papua dan Papua Barat
Pulau Jawa
Selain itu, BMKG juga memperingatkan adanya peningkatan tinggi gelombang akibat angin kencang (lebih dari 25 not) di perairan berikut:
Laut Cina Selatan
Laut Thailand
Samudra Hindia Selatan (Pulau Jawa-Bali)
Laut Banda
Laut Arafuru
Samudra Pasifik Utara Papua
Berawan: Banda Aceh
Berawan Tebal: Padang, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Jambi
Udara Kabur: Palembang
Hujan Ringan: Medan, Bengkulu, Pangkal Pinang
Hujan Petir: Bandar Lampung
Hujan Ringan: Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta
Hujan Petir: Serang, Surabaya
Berawan Tebal: Mataram
Hujan Ringan: Denpasar
Hujan Petir: Kupang
Hujan Ringan: Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin
Hujan Petir: Tanjung Selor, Samarinda
Hujan Ringan: Palu, Gorontalo, Manado, Kendari
Hujan Sedang: Mamuju, Makassar
Hujan Ringan: Ternate, Ambon, Sorong, Jayapura, Manokwari
Hujan Sedang: Nabire, Jayawijaya
Hujan Petir: Merauke
Prakiraan cuaca ini merupakan gambaran umum kondisi cuaca di wilayah masing-masing. Untuk informasi yang lebih spesifik dan terkini setiap tiga jam, masyarakat dapat memantau melalui aplikasi Info BMKG di Play Store dan App Store, atau mengunjungi situs web dan media sosial resmi Info BMKG. (YouTube Info BMKG/Z-10)
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
Sebaliknya, kutub Jupiter dipenuhi satu badai utama yang dikelilingi sejumlah pusaran badai lebih kecil, membentuk pola geometris yang rapi.
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
BPBD Kabupaten Bantul masih mewaspadai ancaman bencana Hidrometeorologi akibat cuaca ekstren. Mitigasi bencana disiapkan, mulai dari pembentukan posko di setiap kelurahan.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Isnawa mengatakan, kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.
Kejadian cuaca ekstrem tersebut diakibatkan oleh kombinasi beberapa faktor, utamanya faktor regional yaitu keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved