Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis prakiraan cuaca untuk hari Rabu, 5 Februari 2025. Menurut BMKG siklon tropis vince terpantau di Samudra Hindia Barat Daya bengkulu bergerak ke arah Barat Daya.
Kemudian terdapat siklon tropis Taliah di Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah dengan pergerakkan ke arah barat daya. Kedua sistem ini mampu menginduksi kecepatan angin lebih dari 25 not atau low level jet dari Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah.
Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di Samudra Hindia Barat Bengkulu dari Selat Sunda-Pesisir Utara Jawa Barat dan Selatan Jawa Barat-Jawa Tengah.
BMKG juga menginformasikan siklon tropis terpantau di Samudra Pasifik Utara Papua dan Teluk Karpentaria yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi yang memanjang di:
Sedangkan untuk daerah pertemuan angin atau konfluensi terpantau di Laut Cina Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa-Bali, Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda dan Laut Arafuru.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar sirkulasi siklonik dan sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi.
Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi hujan sedang hingga hujan lebat dan cuaca ekstrem yang perlu di waspadai meliputi wilayah Sumatera, Pulau Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.
Lalu, peningkatan kecepatan angin hingga 25 not terpantau di Laut Cina Selatan, Teluk Thailand, Samudra Hindia Selatan Jawa-Bali, Laut Banda, Laut Arafuru dan Samudra Pasifik Utara Papua yang mampu meningkatkan gelombang di daerah perairan tersebut.
Waspadai juga potensi banjir ROB di beberapa wilayah seperti Perairan Selatan Pandeglang dan Perairan Selatan Lebak.
BMKG juga meningatkan bahwa prakiraan cuaca merupakan gambaran umum cuaca di wilayah masing-masing. Untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik dan terkini setiap 3 jam, masyarakat dapat memantau melalui aplikasi info BMKG yang tersedia di Play Store dan App Store atau kunjungi website info BMKG dan media sosial Instagram info BMKG.
Sumber berita: Youtube Info BMKG
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Isnawa mengatakan, kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.
Kejadian cuaca ekstrem tersebut diakibatkan oleh kombinasi beberapa faktor, utamanya faktor regional yaitu keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved