Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis penyakit dalam dari RSCM Kencana Prof Ari Fahrial Syam membagikan sejumlah kiat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh selama menjalankan ibadah berpuasa.
"Ayo semangat jangan sampai kita tidak produktif bahkan tidak mendapat hikmah sehat saat selesai puasa Ramadan nanti," kata Ari, dikutip Minggu (16/2).
Kiat pertama yang dianjurkan oleh Ari adalah tetap minum sampai waktu imsak tiba. Memenuhi cairan tubuh amat penting agar terhindar dari
adanya risiko dehidrasi saat berpuasa di tengah aktivitas yang padat.
Selanjutnya, walaupun sedikit, harus tetap ada makanan yang dikonsumsi dengan komponen lengkap ada karbohidrat seperti nasi atau kentang, unsur lemak dan protein yang dapat diperoleh dari telur, ikan atau daging ayam.
"Sebaiknya dalam bentuk rebusan dan bukan digulai. Ada buah dan sayur yang dikonsumsi saat sahur," ujar dia.
Sebagai bentuk upaya mencegah refluks karena makanan yang dikonsumsi saat sahur, ia mengatakan akan lebih baik jika umat Muslim tidak segera tidur setelah salat subuh. Kalaupun harus tidur, dianjurkan untuk menggunakan bantal tinggi.
Berbicara soal buka puasa, dokter yang pernah menjabat sebagai Dekan FKUI itu menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang manis terlebih dahulu, terutama yang berasal dari buah-buahan. Caranya dapat diolah ke dalam bentuk jus.
Pilihan lainnya yaitu konsumsi minimal teh manis yang encer dan memakan tiga biji kurma.
"Boleh ditambah satu buah kue kecil, kemudian baru lanjut salat magrib," katanya.
Jika ingin makan besar, kata Ari, pada prinsipnya jumlah porsi yang dikonsumsi lebih baik tetap seperti biasa, bukan menggandakannya. Hindari juga makanan berlemak dan gorengan yang berlebihan.
Makanan yang tidak boleh lupa untuk dikonsumsi setelah menunaikan ibadah salat magrib adalah sayur dan buah-buahan yang kaya akan vitamin dan mineral.
"Jangan lupa usahakan tetap mengonsumsi 8-10 gelas sehari dengan takaran empat gelas saat buka sampai salat tarawih, 2-3 gelas setelah sholat tarawih dan 2-3 gelas saat bangun sahur sampai imsak ya," pungkas Ari. (Ant/Z-1)
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Kualitas fisik seseorang di masa tua sangat bergantung pada tabungan pola hidup yang dibangun sejak masa kanak-kanak hingga dewasa muda.
Memasuki usia 40 tahun, bukan alasan untuk mengurangi aktivitas fisik. Justru, olahraga semakin dibutuhkan karena metabolisme tubuh mulai melambat
VILPA merupakan akitifitas singkat tetapi intens yang biasa kita lakukan. Durasi setiap aktivitas biasanya hanya 30–60 detik, tetapi intensitasnya cukup tinggi.
Cuaca ekstrem melanda sebagian wilayah di Indonesia. Berikut tips untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar di tengah cuaca yang tidak menentu
Menjaga suhu minyak tetap pada kisaran ideal 175-190°C dapat membantu mencegah gorengan menyerap terlalu banyak minyak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved