Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Zoya Marie Adyasa membagikan kiat mempersiapkan puasa bagi penderita penyakit komorbid.
Zoya menyarankan penderita penyakit komorbid sebelum menjalankan puasa perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
"Bila kondisinya cukup parah atau sering bolak-balik dari rumah sakit, dengan kondisi tertentu yang perlu pemantauan khusus, konsultasikanlah ke dokter baik dokter penyakit dalam atau dokter gizi," kata Zoya dalam diskusi kesehatan, Rabu (12/2).
Kemudian, penderita penyakit komorbid saat puasa harus memperhatikan pola konsumsi obat yang telah dianjurkan secara rutin.
"Yang paling penting adalah bila sudah minum obat rutin, tetap minum obat. Terutama dengan penderita kolesterol karena obat itu membantu
mengontrol kadar lemak dalam tubuh," ujar dia.
Konselor Genomika GSI Lab itu juga mengatakan penderita komorbid harus mengusahakan beraktivitas fisik, salah satunya bisa dengan memperbanyak melangkah.
Selain itu, Zoya menambahkan penderita komorbid perlu menjaga pola makan saat akan menjalankan puasa untuk menjaga stamina tubuh dengan memperhatikan variasi menu dan porsi yang akan dikonsumsi.
"Kuncinya variasiin makanan, tidak ada makanan yang benar-benar harus kita hindari atau jahat, yang penting mereka bervariasi. Porsi, mau makanannya sehat tapi porsinya enggak cukup, misalnya oke saya makan sayur, tapi cuma sedikit kecil aja itu akan lapar, engga akan kuat puasa. Tetap boleh ada karbohidrat, lemak, misalnya ada manis-manisan, tapi tetap sayur dan protein yang cukup harus mendominasi," jelasnya.
Penyakit komorbid adalah kondisi ketika seseorang mengidap dua atau lebih masalah kesehatan secara bersamaan.
"Penyakit komorbid paling sering yang dialami oleh masyarakat, terutama yang berhubungan dengan kolesterol adalah hipertensi, penyakit
jantung koroner, hingga dislipidemia atau gangguan dari kadar lemak," pungkas dia. (Ant/Z-1)
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Kunci utama menjaga kesehatan ginjal terletak pada pemenuhan cairan yang cukup.
Jika biasanya trafik memuncak saat jam kerja atau waktu santai di rumah, di bulan Ramadan, lonjakan utama justru terjadi saat dini hari.
Bermain padel saat bulan puasa sebaiknya dilakukan dalam waktu terbatas, yakni maksimal selama 45 menit menjelang waktu berbuka.
Meskipun konsumsi kopi atau teh secara umum tidak mengganggu kesehatan secara keseluruhan, Ali menekankan adanya dampak turunan yang perlu diwaspadai.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved